Penanaman Mangrove Semarang: Berikan Hadiah dan Dukungan kepada Sang Idola dengan Adopsi Mangrove, Klub Penggemar “Martin dan Juhoon CORTIS,” Adopsi Empat Bibit Mangrove di SMC Jateng, Semarang

Semarang – KeMANGI. Akhir-akhir ini, rehabilitasi ekosistem mangrove menjadi salah satu upaya pelestarian lingkungan yang banyak dilakukan oleh berbagai pihak. Hal tersebut tidak terlepas dari berbagai manfaat yang dimiliki oleh ekosistem mangrove, di antaranya sebagai pelindung kawasan pesisir dan ekosistem yang memiliki kemampuan dalam menyimpan karbon. Oleh karena itu, berbagai program penanaman dan rehabilitasi mangrove terus dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. (5/8/2026).

Fungsi dan Manfaat Ekosistem Mangrove

Ekosistem mangrove memiliki berbagai fungsi dan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat pesisir yang membuat ekosistem mangrove menjadi ekosistem yang penting untuk dilestarikan. Pertama, fungsi fisik, yaitu sebagai penahan gelombang dan angin yang dapat merusak kawasan pesisir serta membantu menahan intrusi air laut. Kedua, fungsi ekologi, yaitu sebagai tempat mencari makan, tempat pengasuhan, dan tempat pemijahan bagi berbagai biota pesisir.

Adopsi Mangrove empat bibit sebagai hadiah dan dukungan untuk Martin dan Juhoon CORTIS di SMC Jateng, Semarang.

Proses penanaman bibit mangrove.

Ketiga, fungsi ekonomi, yaitu secara tidak langsung dapat meningkatkan produktivitas perikanan nelayan, mendukung kegiatan ekowisata, serta mendorong pemanfaatan hasil mangrove bukan kayu menjadi berbagai produk yang memiliki nilai. Selain itu, ekosistem mangrove juga memiliki fungsi sosial dan budaya bagi masyarakat di sekitarnya.

Program Inisiasi KeMANGI: Adopsi Mangrove

Oleh karena itu, KeMANGI sebagai lembaga inisiatif dari pengelolaan dan pemanfaatan ekosistem mangrove berkelanjutan mencoba menginisiasi Program Adopsi Mangrove yang dapat diikuti oleh semua pihak.

Program Adopsi Mangrove merupakan bagian dari inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) yang diinisiasi oleh KeMANGI untuk mendukung upaya rehabilitasi ekosistem mangrove di Indonesia. Melalui program ini, para pengadopsi dapat ikut mendukung penanaman dan pemantauan bibit mangrove tanpa harus hadir langsung di lokasi.

Adopsi Mangrove empat bibit sebagai hadiah dan dukungan untuk Martin dan Juhoon CORTIS di SMC Jateng, Semarang.

Tagging mangrove sebagai sarana pemantauan bibit mangrove.

KeMANGI bekerja sama dengan Mangrove Tag sebagai mitra teknologi dan pendamping teknis lapangan untuk mendukung proses penanaman, penandaan bibit, pendataan lokasi, dokumentasi, pemantauan, serta pelaporan kegiatan secara lebih transparan.

Program Dilaksanakan di SMC Jateng, Semarang

Program ini dilaksanakan di wilayah pesisir Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng) sekaligus wilayah Sentra Produk Olahan Mangrove (SPOM) Semarang. Hal ini memungkinkan bagi para pengadopsi berkontribusi pada ekosistem pesisir sekaligus mendukung pengelolaan dan pengolahan mangrove berkelanjutan dari hasil penanaman yang dilaksanakan.

Pengadopsi Mangrove dari Klub Penggemar Martin dan Juhoon CORTIS

Salah satu pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan Program Adopsi Mangrove adalah klub penggemar Martin dan Juhoon dari boyband asal Korea Selatan, yaitu CORTIS. Di mana sebanyak empat bibit mangrove berjenis Rhizophora mucronata telah diadopsi oleh klub penggemar Martin dan Juhoon CORTIS sebagai bentuk dukungan dan hadiah kepada sang idola.

Martin Edwards Park atau yang biasa dikenal dengan Martin merupakan member CORTIS yang lahir pada 20 Maret 2008. Ia merupakan seorang penyanyi, penulis lagu, produser, sekaligus leader dari CORTIS, boy group asal Korea Selatan yang berada di bawah naungan BIGHIT MUSIC.

Sedangkan, Kim Juhoon atau yang biasa dikenal dengan Juhoon merupakan member CORTIS yang lahir di Seoul, Korea Selatan, pada 3 Januari 2008. Ia merupakan seorang penyanyi dan performer asal Korea Selatan yang menjadi bagian dari CORTIS, boy group di bawah naungan BIGHIT MUSIC.

Implementasi Program Adopsi Mangrove

Adopsi Mangrove empat bibit sebagai hadiah dan dukungan untuk Martin dan Juhoon CORTIS di SMC Jateng, Semarang.

Kondisi bibit mangrove setelah kegiatan penanaman.

Sebagai implementasi penanaman mangrove Program Adopsi Mangrove, kemudian Tim KeMANGI, yaitu Bambang J. Laksono (Staf Koordinator Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan M. Ryan Setiawan (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dibantu Dea Amanda (Mahasiswa Magang) dan Syaqinnah Nurririsyah (Mahasiswa Magang) serta Nur Azis (Kelompok Ngebruk Lestari) menyambut baik dan membantu melaksanakan kegiatan tersebut.

“Pada Program Adopsi Mangrove di bulan Agustus 2026, terdapat salah satu pengadopsi yang berasal dari klub penggemar Martin dan Juhoon dari CORTIS, sehingga hari ini Tim KeMANGI melaksanakan penanaman empat bibit mangrove di SMC Jateng, Semarang,” kata Ryan. “Semoga Adopsi Mangrove ini dapat menjadi hadiah dan dukungan yang berkesan bagi sang idola. Kami juga ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi, semoga bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan baik, sehingga dapat memberikan manfaat yang besar,” tambahnya.

Harapan dari Program Adopsi Mangrove

Melalui penanaman mangrove, mangrove yang tumbuh harapannya dapat menjadi pelindung bagi wilayah pesisir yang rentan sekaligus sebagai pionir tumbuhnya keanaekaragaman hayati di pesisir yang dapat bermanfaat bagi masyarakat serta bagi bumi sebagai ekosistem penyimpan karbon.

Keseluruhan kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00–11.00 WIB ini berlangsung dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan. (ADM/ARH/ALA /AP).