Tentang KeMANGI

KeSEMaT Mangrove Indonesia atau KeMANGI merupakan inisiatif yang lahir dari semangat pelestarian lingkungan pesisir dan pengembangan produk berbasis mangrove. KeMANGI didirikan pada 15 Oktober 2011 oleh Aris Priyono dan Arief Marsudiharjo, alumni KeSEMaT, kelompok studi mangrove mahasiswa di Jurusan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro.

Tentang KeMANGI dan Perannya untuk Pesisir

Pada awalnya, KeMANGI berbentuk badan usaha CV. Seiring dengan perkembangan organisasi, KeMANGI terus mengalami transformasi kelembagaan. Sejak 9 November 2020, KeMANGI berada di bawah manajemen IKAMaT, dan sejak 26 Februari 2026 menjadi bagian dari manajemen IKLIMaT, sebuah perusahaan yang berfokus pada isu iklim dan didirikan oleh alumni KeSEMaT.

Dengan pengalaman lebih dari dua dekade dalam pengelolaan dan rehabilitasi ekosistem mangrove sejak tahun 2001, para pendiri, penerus, dan jaringan KeMANGI terus mengembangkan organisasi dan usaha secara profesional. Pengembangan ini diwujudkan melalui kegiatan perdagangan produk berbasis mangrove, baik secara luring maupun daring, serta pelaksanaan berbagai program dan proyek rehabilitasi mangrove dan pesisir di Indonesia.

KeMANGI hadir dengan keyakinan bahwa mangrove tidak hanya penting sebagai ekosistem pelindung pesisir, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan produk, edukasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan aksi keberlanjutan. Melalui pendekatan tersebut, KeMANGI berupaya memperkenalkan mangrove kepada masyarakat secara lebih dekat, tidak hanya melalui kegiatan penanaman, tetapi juga melalui produk, layanan, edukasi, dan program kolaboratif.

Salah satu unit usaha KeMANGI adalah Toko Mangrove Daring dengan slogan “Your Mangrove Products”. Unit ini menjadi platform untuk memasarkan berbagai produk mangrove kepada masyarakat luas, sekaligus memperkenalkan potensi pesisir melalui produk yang memiliki nilai ekonomi, edukasi lingkungan, dan semangat keberlanjutan. Produk-produk tersebut dikembangkan sebagai bagian dari upaya mengenalkan manfaat mangrove secara lebih luas, sehingga masyarakat dapat memahami bahwa pelestarian lingkungan juga dapat berjalan bersama penguatan ekonomi lokal.

KeMANGI saat ini aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk KeMANGTEER, KeAMaT, IKAMaT, IKLIMaT, dan KeSEMaT, dalam pengembangan, edukasi, serta pemasaran produk mangrove. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dari upaya KeMANGI dalam memperluas manfaat mangrove bagi masyarakat, lingkungan, dan wilayah pesisir Indonesia. Dengan dukungan jaringan tersebut, KeMANGI terus memperkuat posisinya sebagai bagian dari ekosistem kerja yang berfokus pada pelestarian mangrove, pemberdayaan pesisir, serta pengembangan solusi lingkungan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Selain mengembangkan produk, KeMANGI juga menjalankan berbagai program yang berkaitan dengan edukasi, adopsi mangrove, rehabilitasi pesisir, tebus karbon, carbon offset, CSR, TJSL, dan ESG perusahaan. Program tersebut dirancang untuk membantu individu, komunitas, lembaga, maupun perusahaan berkontribusi pada pelestarian lingkungan secara lebih praktis, terarah, dan terdokumentasi. Melalui program ini, KeMANGI membuka ruang kolaborasi bagi berbagai pihak yang ingin mengambil bagian dalam perlindungan ekosistem pesisir, meskipun memiliki keterbatasan waktu, jarak, atau kesempatan untuk hadir langsung di lapangan.

Program Adopsi Mangrove menjadi salah satu bentuk kontribusi KeMANGI dalam mendukung rehabilitasi pesisir dan mitigasi perubahan iklim. Melalui program ini, masyarakat, komunitas, lembaga, maupun perusahaan dapat ikut berkontribusi dalam penanaman dan pemantauan bibit mangrove. Program ini juga dapat menjadi bagian dari aksi lingkungan, kampanye edukasi, kegiatan CSR, TJSL, ESG, carbon offset, maupun tebus karbon yang dijalankan secara lebih terarah dan terdokumentasi.

Dalam menjalankan kegiatannya, KeMANGI mengedepankan pendekatan berbasis praktik lapangan, kolaborasi dengan mitra, serta pemberdayaan masyarakat pesisir. Pendekatan ini menjadi bagian penting agar pemanfaatan mangrove dapat berjalan lebih bertanggung jawab dan memberikan manfaat yang lebih luas. KeMANGI percaya bahwa keberlanjutan tidak hanya dibangun melalui gagasan, tetapi juga melalui kerja nyata, pendampingan, pemantauan, dan hubungan yang baik dengan masyarakat serta mitra kerja di lapangan.

KeMANGI juga berupaya menjaga keseimbangan antara aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Melalui produk berbasis mangrove, KeMANGI mendukung pengenalan potensi pesisir kepada masyarakat. Melalui program rehabilitasi dan adopsi, KeMANGI mendukung perlindungan ekosistem. Melalui edukasi dan kolaborasi, KeMANGI memperkuat kesadaran publik tentang pentingnya mangrove bagi masa depan pesisir Indonesia.

Visi KeMANGI adalah membangun kembali pesisir Indonesia melalui program rehabilitasi mangrove yang cerdas dan berkelanjutan. Misi KeMANGI diwujudkan melalui pengembangan produk mangrove, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat pesisir sebagai kontribusi nyata untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

Dengan perjalanan kelembagaan, pengalaman lapangan, jaringan kolaborasi, serta komitmen terhadap keberlanjutan, KeMANGI terus bergerak sebagai inisiatif yang menghubungkan produk, edukasi, rehabilitasi, dan pemberdayaan pesisir. KeMANGI berharap dapat terus menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjaga mangrove, memperkuat masyarakat pesisir, dan mendukung Indonesia yang lebih lestari, produktif, dan berdaya.