Semarang – KeMANGI. KeMANGI kembali melaksanakan kegiatan rehabilitasi mangrove di wilayah pesisir, khususnya di kawasan Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng). Rehabilitasi mangrove dilaksanakan dalam rangka Program Adopsi Mangrove. Program ini merupakan program yang membuka kesempatan sebesar-besarnya kepada semua pihak untuk berpartisipasi dalam upaya rehabilitasi mangrove. (16/9/2026).

Proses penanaman bibit mangrove dari Program Adopsi Mangrove.
Rehabilitasi Mangrove di Wilayah Pesisir Semarang dengan Adopsi Mangrove
Upaya ini dilakukan sebagai inisiatif untuk merespons kondisi ekosistem mangrove di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jateng yang telah mengalami degradasi. Degradasi ekosistem mangrove yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir turut memberikan dampak terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir.
Selain itu, kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap kerusakan wilayah pesisir yang dapat mengurangi fungsi ekologis kawasan serta meningkatkan kerentanan wilayah pesisir terhadap berbagai ancaman lingkungan.
Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem dengan manfaat yang sangat besar karena memiliki berbagai fungsi, mulai dari fungsi fisik, ekologis, ekonomis, hingga sosial budaya. Selain itu, ekosistem mangrove juga termasuk ekosistem karbon biru yang berperan sebagai salah satu penyimpan karbon terbesar.
Melalui program ini, selain sebagai upaya rehabilitasi mangrove, Adopsi Mangrove juga kerap dijadikan momen spesial untuk merayakan, memberikan hadiah dan doa, maupun sebagai ungkapan rasa syukur.
Momen Adopsi Mangrove dapat menjadi sebuah kegiatan yang mendalam dan bermakna, tidak sekadar kegiatan menanam bibit mangrove di wilayah pesisir. Perpaduan antara pelestarian ekosistem mangrove dengan momen yang bermakna dan mendalam membuat Program Adopsi Mangrove mulai banyak dilaksanakan oleh berbagai pihak. Tren ini tumbuh seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kontribusi terhadap pelestarian lingkungan.
Mengenang Orang Terkasih melalui Penanaman Mangrove
Hal ini yang kemudian dilaksanakan oleh keluarga Almh. Hj. Siti Handayani dan Almh. Hj. Misdar, dalam rangka mengenang dan memberikan doa serta manfaat yang terus mengalir melalui bibit mangrove yang diadopsi kepada mendiang yang telah berpulang KeMANGI kemudian melaksanakan Program Adopsi Mangrove. Bibit mangrove yang diadopsi berjumlah dua bibit dengan jenis Rhizophora mucronata.

Bibit dan tagging mangrove hasil Adopsi Mangrove.
Kegiatan Adopsi Mangrove yang dilakukan di SMC Jateng, Semarang diwakili oleh Agape L. Anthoni (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Fitriya A. Setyani (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) yang menyambut baik dan membantu melaksanakan kegiatan tersebut.
“Salam Mangrover!, kami ucapkan terima kasih kepada keluarga Almh. Hj. Siti Handayani dan Almh. Hj. Misdar yang telah berpartisipasi dalam Program Adopsi Mangrove, semoga bibit yang telah ditanam dapat bertumbuh dan bermanfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan bumi,” kata Agape. “Doa kami untuk kedua almarhumah. Semoga bibit yang telah ditanam dapat terus memberikan manfaat seiring dengan pertumbuhannya serta menjadi bagian dari amal baik bagi mendiang yang pahalanya terus mengalir,” tambahnya.
Rehabilitasi Mangrove sebagai Bentuk Kepedulian Lingkungan
Partisipasi keluarga Almh. Hj. Siti Handayani dan Almh. Hj. Misdar dalam Program Adopsi Mangrove menjadi salah satu bentuk penghormatan dan doa yang diwujudkan melalui aksi nyata bagi lingkungan. Dua bibit Rhizophora mucronata yang diadopsi tidak hanya menjadi bagian dari upaya rehabilitasi ekosistem mangrove di SMC Jateng, tetapi juga menjadi pengingat atas sosok yang telah berpulang.
Melalui pertumbuhan bibit mangrove tersebut, diharapkan manfaatnya dapat terus dirasakan oleh lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Setiap pertumbuhan bibit menjadi bagian dari proses pemulihan ekosistem pesisir sekaligus menghadirkan makna tersendiri bagi keluarga yang mengadopsinya.
KeMANGI berharap Program Adopsi Mangrove dapat terus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menghubungkan berbagai momen kehidupan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Tidak hanya melalui perayaan dan ungkapan rasa syukur, program ini juga dapat menjadi sarana untuk menyampaikan doa, mengenang orang terkasih, serta meninggalkan kebaikan yang manfaatnya dapat terus mengalir bagi lingkungan dan masyarakat.
Keseluruhan kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00–11.00 WIB ini berlangsung dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan. (ADM/ARH/ALA/AP).
