Semarang – KeMANGI. KeMANGI melalui Program Adopsi Mangrove yang dilaksanakan di kawasan Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng), kembali melaksanakan kegiatan penanaman dan pemantauan bibit mangrove yang dilaksanakan pada bulan Juli 2026 sebagai bentuk rehabilitasi ekosistem mangrove di wilayah tersebut. (30/7/2026).

Proses penanaman bibit mangrove hasil Adopsi Mangrove.
SMC Jateng, Semarang merupakan kawasan pengelolaan dan pemanfaatan ekosistem mangrove yang berkelanjutan. Namun, kondisi ekosistem mangrove di kawasan tersebut di masa lalu mengalami berbagai gangguan dan ancaman, baik yang disebabkan oleh aktivitas manusia maupun dampak perubahan iklim.
Program Adopsi Mangrove: Upaya Penyelamatan Wilayah Pesisir Indonesia
Salah satu upaya yang dilaksanakan untuk mengurangi dan memitigasi dampak tersebut adalah melalui Program Adopsi Mangrove yang dilaksanakan oleh KeMANGI.
Program Adopsi Mangrove dibuka seluas-luasnya bagi individu, komunitas, maupun lembaga untuk dapat berpartisipasi dalam melaksanakan upaya rehabilitasi dan pelestarian ekosistem mangrove.

Tagging mangrove sebagai sarana pemantauan mangrove.
Kemudahan dalam berpartisipasi turut mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan. Saat ini, berbagai pihak dapat berkontribusi dengan lebih mudah melalui platform atau sarana yang menyediakan kesempatan atau layanan adopsi tanaman, salah satunya mangrove.
Partisipasi Pengadopsi Asal Jakarta, Semarang, dan Belanda
Hal tersebut membuat pengadopsi asal Jakarta, atas nama Santino yang mengadopsi delapan bibit mangrove, Della dan Harry yang mengadopsi delapan bibit mangrove, pengadopsi asal Semarang atas nama Kalyana yang mengadopsi empat bibit mangrove, dan pengadopsi asal Belanda atas nama Melle yang mengadopsi empat bibit mangrove. Bibit mangrove yang ditanam merupakan jenis Rhizophora mucronata.
Implementasi Adopsi Mangrove di SMC Jateng, Semarang
Pada implementasi yang dilaksanakan bulan ini, KeMANGI diwakili oleh M. Ryan Setiawan (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Anggoro D. B. Saputro (Staf Koordinator Operasional Media) dibantu oleh Dea Amanda (Mahasiswa Magang) dan Syaqinnah Nurririsyah (Mahasiswa Magang).
“Salam Mangrover!, kami dari Tim KeMANGI telah berhasil melaksanakan kegiatan penanaman sejumlah 24 bibit mangrove dari pengadopsi asal Jakarta, Semarang, dan Belanda, atas nama Santino, Dela dan Harry, Kalyana, dan Melle. Kami ucapkan terima kasih atas partisipasi dalam rangka pelestarian lingkungan dan rehabilitasi ekosistem mangrove untuk mengurangi ancaman yang ada,” ujar Ryan. “Semoga bibit yang ditanam tadi dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat di sekitarnya dan lingkungan,” tambahnya.
Dokumentasi Hasil Penanaman Adopsi Mangrove

Hasil penanaman bibit mangrove Program Adopsi Mangrove.
Setiap partisipasi yang diberikan oleh setiap pengadopsi, sangat berarti bagi keberlanjutan ekosistem pesisir, upaya mitigasi dampak perubahan iklim, dan bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya baik secara fisik, ekologi, ekonomi, maupun sosial budaya.
KeMANGI melalui program Adopsi Mangrove memiliki visi dan misi untuk membangun kembali pesisir Indonesia dengan program rehabilitasi pesisir dan mangrove yang cerdas demi masa depan Indonesia yang lebih baik.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00–11.00 WIB ini berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan. (ADM/ARH/MRS/AP).
