Semarang – KeMANGI. KeMANGI kembali sukses melaksanakan kegiatan penanaman bibit mangrove melalui program Adopsi Mangrove berupa inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) yang memiliki tujuan untuk mempermudah individu, lembaga, dan masyarakat dalam berkontribusi terhadap rehabilitasi ekosistem mangrove termasuk konservasi lingkungan, mitigasi perubahan iklim, perlindungan pesisir serta keberlanjutan ekosistem. (8/7/2026).
Proses penanaman bibit mangrove Program Adopsi Mangrove.
Kemudian, Adopsi Mangrove bertransformasi menjadi sarana masyarakat untuk dapat menjadikannya sebagai ajang untuk memberikan kejutan atau hadiah kepada orang terkasih dan tersayang dalam rangka merayakan berbagai momen spesial, seperti ulang tahun, anniversary, atau sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan.
Hal ini membuat Program Adopsi Mangrove memiliki sangat banyak makna yang terkandung di dalamnya, dalam hal ini kita semua tidak hanya berniat melakukan sesuatu kepada lingkungan, tetapi didorong juga niat baik yang lain untuk menyenangkan dan memberikan hadiah kepada orang yang kita hormati, sayangi, kasihi hingga kagumi.
Tren ini berkembang karena memberikan kesempatan bagi seseorang untuk berkontribusi langsung terhadap pelestarian alam, khususnya ekosistem mangrove, sekaligus menghadirkan makna yang lebih mendalam untuk sebuah kejutan dan hadiah.
Melalui kegiatan ini juga, penerima hadiah berupa Adopsi Mangrove tidak hanya mendapatkan simbol kasih sayang dan perhatian, tetapi juga ikut berpartisipasi dalam upaya konservasi alam dan mitigasi perubahan iklim melalui penanaman pohon mangrove yang bermanfaat bagi ekosistem pesisir.
Adopsi Mangrove untuk Merayakan Ulang Tahun Idola
Sebanyak empat bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata diadopsi oleh klub penggemar Rafael Nevan Prayogo dan Gilbert Liean Wu. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka merayakan ulang tahun kedua idola dari klub penggemarnya.
Rafael Nevan Prayogo, atau yang akrab disapa Nevan, merupakan mahasiswa Hong Kong University of Science and Technology (HKUST) yang tengah menempuh pendidikan di jurusan Engineering with Extended Major in AI. Ia semakin dikenal melalui partisipasinya dalam ajang Clash of Champions Season 2. Dengan berbagai prestasi yang didapatkannya di luar kampus, tidak membuat Grade Point Average (GPA)-nya berpengaruh, ia memiliki GPA yang sangat baik, yaitu 3,78/4,30.
Bibit mangrove dan tagging mangrove Program Adopsi Mangrove.
Sementara itu, Gilbert Liean Wu, atau yang akrab disapa Gilbert, merupakan salah satu mahasiswa yang tengah menjadi sorotan berkat prestasinya di bidang ekonomi, termasuk partisipasinya dalam ajang Clash of Champions Season 2. Mahasiswa Jurusan Business Administration, Major Finance di National University of Singapore (NUS) yang lahir pada 7 Juni ini juga mencatatkan capaian akademik yang membanggakan dengan GPA 4,5/5.
Kegiatan Adopsi Mangrove dilakukan di Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng). Rena Sagita (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Anggoro D. B. Saputro (Staf Koordinator Operasional Media) menyambut baik dan membantu melaksanakan kegiatan tersebut.
“Kegiatan Adopsi Mangrove kali ini dilaksanakan dalam rangka ulang tahun sang idola yang diadopsi oleh klub penggemar dari Nevan dan Gilbert Clash of Champions Season 2 sebanyak empat bibit mangrove berjenis Rhizophora mucronata,” jelas Rena. “Oleh karena itu, kami ucapkan selamat ulang tahun kepada Nevan dan Gilbert, semoga diberikan kesuksesan pada proses pendidikan yang sedang berlangsung maupun karier ke depannya, dan semoga bibit yang ditanam dapat bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya” pungkasnya.
Perpaduan antara apresiasi terhadap idola dan kepedulian terhadap lingkungan menjadikan aksi ini bukan sekadar perayaan, melainkan juga langkah nyata yang membawa manfaat bagi alam. Melalui inisiatif tersebut, para penggemar dapat menyalurkan dukungan secara lebih bermakna sekaligus turut ambil bagian dalam upaya pelestarian bumi.
Program Adopsi Mangrove juga menunjukkan bahwa kegiatan rehabilitasi pesisir dapat dikemas melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Perayaan ulang tahun, apresiasi kepada idola, maupun momen istimewa lainnya dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan pentingnya ekosistem mangrove kepada kelompok yang lebih luas.
Melalui penanaman dan pemantauan secara berkelanjutan, setiap bibit yang diadopsi tidak hanya memiliki nilai simbolis, tetapi juga diharapkan tumbuh menjadi bagian dari ekosistem pesisir yang memberikan manfaat ekologis. KeMANGI berharap semakin banyak komunitas dan masyarakat yang menjadikan Adopsi Mangrove sebagai pilihan kegiatan positif dalam merayakan berbagai momen penting.
Keseluruhan kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00–11.00 WIB ini berlangsung dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan. (ADM/ARH/RS/AP).
