Pemantauan Mangrove Semarang: Hasil Pemantauan Adopsi Mangrove KeMANGI Juli 2026: Rata-Rata Persentase Kelulushidupan Bibit Mangrove Hasil Adopsi Mangrove di SMC Jateng, Semarang Capai 74,83%

Semarang – KeMANGI. Dalam rangka memastikan bibit mangrove hasil Program Adopsi Mangrove dapat tumbuh dengan baik dan maksimal, KeMANGI kembali melaksanakan kegiatan lanjutan setelah tiga bulan penanaman, yaitu pemantauan. Pemantauan kali ini merupakan pemantauan yang dilakukan untuk memantau bibit mangrove yang telah ditanam di bulan April 2026. (21/7/2026).

Pemantauan mangrove Semarang terhadap 137 bibit hasil Adopsi Mangrove di SMC Jateng pada Juli 2026

Proses pemantauan dengan pengukuran ketinggian.

Pemantauan Mangrove Sebagai Layanan Adopsi Mangrove

Adopsi Mangrove merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari KeMANGI yang bekerja sama dengan Mangrove Tag sebuah platform pendampingan penanaman dan pemantauan mangrove yang berfokus pada keberlanjutan ekosistem pesisir melalui pendekatan berbasis data dan kolaborasi multipihak.

Mangrove Tag merupakan pihak yang bertugas sebagai pelaksana di lapangan dalam pelaksanaan penanaman bertujuan membantu individu, lembaga, maupun masyarakat yang ingin berkontribusi dalam upaya rehabilitasi mangrove melalui kegiatan penanaman dan pemantauan, tetapi terkendala oleh keterbatasan waktu, situasi, maupun kondisi.

Program ini berfokus pada rehabilitasi ekosistem mangrove di wilayah pesisir dengan mengajak berbagai pihak untuk berpartisipasi dalam kegiatan penanaman dan pemantauan bibit mangrove. Melalui Adopsi Mangrove, masyarakat dapat berkontribusi secara nyata dalam upaya pelestarian dan pemulihan ekosistem mangrove, sehingga keberlanjutan lingkungan pesisir dapat terus terjaga.

Selain itu, program ini sering kali menjadi suatu kegiatan yang unik dan spesial. Program ini dapat dijadikan sebagai bentuk rasa syukur, pemberian hadiah, dan kasih sayang antar sesama, yaitu digunakan sebagai hadiah ulang tahun, anniversary, perayaan pencapaian pribadi maupun bersama, bahkan hadiah kepada sang idola.

Perwakilan Tim Pemantauan Mangrove KeMANGI

Pada pemantauan kali ini dilaksanakan oleh Rena Sagita (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan M. Ryan Setiawan (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan). Keduanya memantau bibit mangrove hasil Adopsi Mangrove pada bulan Juli 2025 dari 15 pengadopsi dengan total 137 bibit.

Pengadopsi Mangrove Bulan April 2026

Pengadopsi dan jumlah bibitnya, di antaranya Esmee van de Giessen yang mengadopsi satu bibit, Nyoman Ayu Carmenita (Hearts2Hearts), Gevin Kurniawan, Aprianty Syahputri, Orvalence, (Kian, Klaire, Mary, Marrel, Mitty, dan Ave), Subari, Rayyan Sahl, JAY (Park Jongseong) of ENHYPEN, dan Laely Rohmatin Apriliani yang mengadopsi empat bibit.

Pemantauan mangrove Semarang terhadap 137 bibit hasil Adopsi Mangrove di SMC Jateng pada Juli 2026

Kondisi bibit mangrove hasil pemantauan.

Kemudian, Kim Jonghyun mengadopsi delapan bibit, SD Al Firdaus Exhibition Kelompok 17 2025 sebanyak 25 bibit, Sea Tawinan Anukoolprasert sebanyak 27 bibit, dan Louis Elliot Jiho Jourdain Lim sebanyak 40 bibit.

Kegiatan pemantauan Program Adopsi Mangrove terdiri atas kegiatan utama berupa monitoring dan evaluasi (monev), yaitu kegiatan pengambilan data jumlah bibit tumbuh dan gagal tumbuh, rata-rata tinggi bibit pada saat penanaman dan pemantauan, persentase kelulushidupan, dan persentase pertumbuhan.

Hasil monev yang ada selanjutnya digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan penanaman sebelumnya, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan tindak lanjut yang diperlukan, seperti penyulaman bibit yang gagal tumbuh, pemeliharaan, dan penyesuaian strategi pengelolaan pada periode pemantauan berikutnya.

Hasil Pemantauan Mangrove Juli 2026

Dengan demikian, kegiatan pemantauan tidak hanya berfungsi untuk mendokumentasikan kondisi bibit, tetapi juga mendukung pelaksanaan Program Adopsi Mangrove secara terukur dan berkelanjutan. Dari hasil pemantauan, dari 137 bibit yang dipantau dari pengadopsi, bibit-bibit tersebut menunjukkan hasil yang baik, rata-rata persentase kelulushidupan berada di angka 74,83% yang berarti bibit mangrove dapat tumbuh dengan baik dan masuk ke dalam kategori baik dalam rehabilitasi mangrove.

“Pada bulan Juli 2026, KeMANGI kembali melaksanakan kegiatan pemantauan rutin yang setiap bulan dilaksanakan untuk memantau hasil Program Adopsi Mangrove. Kali ini, pemantauan dilakukan pada bibit mangrove yang telah ditanam di bulan April 2026,” kata Ryan. “Jumlah bibit yang dipantau sebanyak 137 bibit mangrove dari 15 pengadopsi baik secara individu maupun sebagai komunitas dan lembaga. Hasil menunjukkan pertumbuhan dan kelulushidupan yang baik. Rata-rata persentase kelulushidupan mencapai 74,83% dan rata-rata pertumbuhan mencapai 37,08% dari tinggi bibit pada saat penanaman,” tambahnya.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan rehabilitasi ekosistem mangrove telah memberikan hasil yang baik, mengingat kawasan pesisir merupakan wilayah yang sangat dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00–11.00 WIB ini berjalan baik dan lancar yang diakhiri dengan sesi pendokumentasian hasil pemantauan untuk keperluan pelaporan dan evaluasi lebih lanjut. (ADM/ARH/MRS/AP).