Semarang – KeMANGI. KeMANGI kembali melaksanakan kegiatan pemantauan bibit mangrove program Adopsi Mangrove. Setelah tiga bulan dilaksanakan penanaman bibit mangrove program Adopsi Mangrove, selanjutnya dilaksanakan pemantauan mangrove, yaitu monitoring dan evaluasi (monev) untuk mengetahui persentase kelulushidupan dan pertumbuhan bibit mangrove. Hal ini dilakukan guna memantau dan menjaga persentase kelulushidupan bibit mangrove memiliki nilai yang tinggi. (17/7/2025).

Proses pemantauan bibit mangrove hasil Adopsi Mangrove.
Pemantauan kali ini dilakukan di Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng) oleh Yuzra Novrian (Staf Operasional Media) dan Alfian R. Hidayat (Staf Operasional Media) yang memantau bibit dari klub penggemar “Enami Asa BABYMONSTER” yang mengadopsi empat bibit mangrove berjenis Rhizophora mucronata.
“Pagi hari ini, kami melaksanakan kegiatan lanjutan setelah tiga bulan penanaman bibit hasil Adopsi Mangrove, yaitu pemantauan,” kata Yuzra. “Pemantauan kali ini dilakukan untuk mengetahui persentase kelulushidupan dan pertumbuhan dari setiap bibit serta mengevaluasi kondisi bibit setelah tiga bulan penanaman,” tambahnya.

Tagging dan kondisi bibit mangrove pada saat pemantauan.
Hasil monev menunjukkan bahwa bibit mangrove memiliki persentase kelulushidupan yang sempurna, yakni 100% dengan persentase pertumbuhan yang signifikan mencapai 37,03% dari tinggi bibit tiga bulan yang lalu.
“Hasil pemantauan yang telah kami lakukan menunjukkan hasil yang sempurna, persentase kelulushidupan bibit mangrove hasil Adopsi Mangrove oleh klub penggemar “Enami Asa BABYMONSTER” sebesar 100% dengan rincian bibit yang berhasil tumbuh sebanyak empat bibit dan persentase pertumbuhannya sebesar 37,03%,” ujar Yuzra. “Hasil ini diharapkan menjadi langkah awal keberhasilan konservasi ekosistem mangrove di Indonesia. Ekosistem mangrove memiliki manfaat dan kemampuan yang sangat besar bagi lingkungan dan masyarakat,” jelasnya lebih lanjut.

Kondisi bibit mangrove setelah tiga bulan penanaman.
Salah satu manfaatnya adalah kemampuan dalam menyimpan karbon yang besar. Ekosistem mangrove dapat menyimpan tiga hingga lima kali lebih besar karbon apabila dibandingkan dengan hutan di daratan. Mangrove menyimpan karbonnya di biomassa maupun substratnya yang kaya akan bahan organik.
Selain manfaat tersebut, ekosistem mangrove juga menjadi habitat penting bagi keanekaragaman hayati di wilayah pesisir. Kawasan mangrove menyediakan tempat tinggal, sumber makanan, dan ruang berkembang biak bagi berbagai keanekaragaman hayati. Oleh karena itu, mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan laut.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00–12.00 WIB ini berjalan baik dan lancar yang diakhiri dengan sesi pendokumentasian hasil pemantauan untuk keperluan pelaporan dan evaluasi lebih lanjut. (ADM/ARH/AP).
