ADOPSI MANGROVE

HASIL KERJA SAMA


KeSEMaT

KeMANGTEER

IKAMaT

KeMANGI

KeAMaT

Mangrove Tag

Adopsi Mangrove

MANGROVEDOPSI

APAKAH ADOPSI MANGROVE? 
Adopsi Mangrove adalah program Corporate Social Responsibility (CSR) dari KeMANGI yang bertujuan membantu individu, lembaga dan masyarakat yang ingin melakukan upaya rehabilitasi mangrove dengan cara menanam dan memantau, namun terkendala oleh waktu, situasi, dan kondisi.

APAKAH TUJUAN ADOPSI MANGROVE?
Tujuan Adopsi Mangrove melibatkan beberapa aspek penting, termasuk konservasi lingkungan, mitigasi perubahan iklim, perlindungan pesisir, dan keberlanjutan ekosistem. Berikut adalah beberapa tujuan utama Adopsi Mangrove:

  • Konservasi Lingkungan: Mangrove adalah ekosistem pesisir yang penting, yang berfungsi sebagai tempat hidup bagi berbagai spesies hewan dan tumbuhan. Adopsi Mangrove bertujuan untuk melindungi dan memulihkan populasi mangrove yang terancam punah dan habitat yang terkait dengan mereka. Ini juga melibatkan upaya untuk mempromosikan pemulihan dan pelestarian keanekaragaman hayati yang ada di dalam ekosistem mangrove.
  • Mitigasi Perubahan Iklim: Mangrove memiliki kapasitas yang signifikan untuk menyerap dan menyimpan karbon dari atmosfer. Adopsi Mangrove bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan memperkuat upaya mitigasi perubahan iklim dengan memperluas luas lahan mangrove. Dengan menyimpan karbon di dalam tanah dan vegetasi mereka, mangrove membantu mengurangi efek pemanasan global.
  • Perlindungan Pesisir: Mangrove berfungsi sebagai barier alami yang melindungi garis pantai dari abrasi dan badai. Akar mangrove yang kompleks membantu mengikat dan menahan lumpur dan sedimen pesisir, sehingga membantu mencegah erosi tanah dan longsor. Adopsi Mangrove bertujuan untuk memperkuat pertahanan alami pesisir dan melindungi wilayah yang rentan terhadap bencana alam.
  • Sumber Pendapatan dan Kesejahteraan Masyarakat: Mangrove menyediakan sumber daya alam yang berharga bagi masyarakat setempat. Masyarakat dapat menggunakan kayu mangrove untuk bahan bangunan, memancing ikan dan udang di hutan mangrove, serta mengembangkan kegiatan pariwisata yang berkelanjutan. Adopsi Mangrove bertujuan untuk mempromosikan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal.
  • Pendidikan dan Kesadaran: Adopsi Mangrove juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya ekosistem mangrove. Melalui pendidikan dan kampanye kesadaran, masyarakat dapat terlibat dalam upaya konservasi mangrove dan menjaga keberlanjutan ekosistem tersebut.

Dengan Adopsi Mangrove, kita dapat melindungi ekosistem pesisir yang rentan, memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim, mempromosikan keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan manusia.

VIDEO DOKUMENTASI PROSES PENANAMAN DAN PEMANTAUAN ADOPSI MANGROVE DI LAPANGAN

JARGON ADOPSI MANGROVE

Anda di rumah saja, kami yang tanam dan pantau mangrove Anda! Tunggu apalagi? Jadilah Pengadopsi Mangrove. Kami yang akan membantu menanam dan memantau bibit mangrove Anda! Sebagai Pengadopsi Mangrove, Anda hanya duduk santai di rumah atau kantor Anda, dan biarkan kami yang mengurusi bibit mangrove Anda. Sudah siap? Berikut ini adalah syarat dan ketentuan AM.

KEUNTUNGAN MENGIKUTI ADOPSI MANGROVE

  • Adopsi Mangrove bisa diakses oleh siapapun dan dimanapun Anda berada, baik individu maupun lembaga.
  • Pengadpsi Mangrove dapat menekan biaya penanaman dan bahkan sangat murah.
  • Pengadpsi Mangrove mendapatkan bibit mangrove atas namanya sendiri.
  • Pengadpsi Mangrove mendapatkan sertifikat Pengadpsi Mangrove sehingga dapat meningkatkan citra diri Anda sebagai pecinta lingkungan, terutama ekosistem mangrove.
  • Laporan penanaman dan pemantauan para Pengadpsi Mangrove dapat diakses secara online.

BIAYA

  • Paket A: Rp100.000,-/4 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata.
  • Paket B: Rp75.000,-/1 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata.

CARA MENGIKUTI ADOPSI MANGROVE
A. Silakan isi formulir PM, di bawah ini:

  • Nama lengkap:
  • Domisili:
  • Email:
  • Tanggal penanaman:
  • Penanaman tanpa atau dengan seremonial:
  • Lembaga:

B. Kirimkan data-data di atas ke WhatsApp Official KeMANGI yang tertera di bawah website ini.
C. Transfer biaya Adopsi Mangrove ke nomor rekening yang ditunjuk dan Anda sudah resmi menjadi Pengadopsi Mangrove.

HAK PENGADOPSI MANGROVE

  • Mendapatkan bibit mangrove jenis R. mucronata sebanyak 4 buah (Paket A) dan 1 buah (Paket B).
  • Mendapatkan laporan kegiatan yang ditulis dalam bentuk reportase dan dipublikasikan di blog KeMANGI, maksimal 2 x 24 jam setelah penanaman dilakukan.
  • Mendapatkan Sertifikat Pengadopsi Mangrove.
  • Mendapatkan Tree Tag yang berisi nama Pengadopsi Mangrove, nama jenis mangrove dan lokasi penanaman (latitude dan longitude).
  • Mendapatkan akses database Pengadopsi Mangrove di Google Drive yang berisi sertifikat Pengadospi Mangrove yang berisi nama Pengadospi Mangrove, tanggal penanaman, nama jenis mangrove dan lokasi penanaman (latitude dan longitude), dokumentasi dan laporan monitoring program Adopsi Mangrove.

DI MANA MANGROVE AKAN DITANAM DAN APA SAJA JENISNYA?

  • Lokasi penanaman, untuk sementara hanya tersedia di Semarang Mangrove Center (SMC) Jawa Tengah (Jateng) yang terletak di Desa Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.
  • Saat ini, lahan penanaman adalah hak milik mitra kami, jadi aman untuk dilakukan program penanaman mangrove. Namun demikian, kami tidak menjamin keberadaannya akan digunakan untuk peruntukan lainnya di masa mendatang.
  • Mangrove yang tersedia, sementara hanya dari jenis R. mucronata. Jenis lainnya akan kami tambahkan seiring dengan berjalannya waktu.

KAPAN BIBIT MANGROVE AKAN MULAI DITANAM?

  • Tanggal penanaman dapat Anda isi sesuai dengan keinginan Anda, namun terkadang akan menyesuaikan juga dengan jadwal kami.
  • Adopsi Mangrove dapat dilakukan tanpa atau dengan seremonial, sesuai permintaan Pengadopsi Mangrove. Kami mengenakan biaya tambahan, apabila dilakukan dengan seremonial.

APAKAH SAYA AKAN MENDAPATKAN LAPORAN ADOPSI MANGROVE DAN SERTIFIKAT PENGADOPSI MANGROVE?

  • Pelaporan Adopsi Mangrove kepada Pengadopsi Mangrove hanya didesain untuk jangka waktu tiga (3) bulan saja. Setelah itu, kami tidak akan melaporkannya kepada Pengadopsi Mangrove. Namun demikian, kami akan terus memantau kelulushidupan bibit mangrove Pengadopsi Mangrove agar terus tumbuh secara optimal, walaupun kami tidak dapat memastikan kelulushidupannya untuk jangka panjang, mengingat kondisi di kawasan pesisir Indonesia sangatlah dinamis.
  • Sehubungan dengan poin di atas, apabila Anda menghendaki persentase kelulushidupan bibit mangrove Anda tetap optimal, maka Anda dapat melakukan Adopsi Mangrove kembali.
  • Anda juga akan mendapatkan sertifikat Pengadopsi Mangrove.
  • Hasil kelulushidupan bibit mangrove dari program Adopsi Mangrove juga kami rilis di website ini. Cek halaman PEMANTAUAN ADOPSI MANGROVE atau cek di bawah ini.

REKAPITULASI HASIL PENANAMAN DAN PEMANTAUAN ADOPSI MANGROVE 

Dengan mengikuti program Adopsi Mangrove, kami anggap Anda sudah mengerti, memahami dan menyetujui semua syarat dan ketentuan Adopsi Mangrove.

APAKAH JEJAK EMISI KARBON?

  • Jejak emisi karbon, juga dikenal sebagai jejak karbon, mengacu pada jumlah gas rumah kaca yang dikeluarkan secara langsung atau tidak langsung oleh individu, organisasi, produk, atau kegiatan tertentu. Emisi karbon utama yang diukur dalam jejak karbon adalah karbon dioksida (CO2), tetapi juga meliputi gas lain, seperti metana (CH4) dan nitrogen oksida (N2O), yang berkontribusi terhadap efek rumah kaca dan perubahan iklim.
  • Jejak emisi karbon dapat bervariasi dari skala individu hingga skala perusahaan atau negara. Jejak karbon individu mencakup emisi yang dihasilkan dari konsumsi energi di rumah, transportasi pribadi, dan kegiatan sehari-hari lainnya. Sementara itu, jejak karbon perusahaan meliputi emisi dari operasi bisnis, termasuk penggunaan energi, transportasi, dan rantai pasokan. Jejak karbon negara mencakup total emisi karbon yang dihasilkan oleh semua sektor di negara tersebut.
  • Pengukuran jejak karbon biasanya dilakukan dengan menghitung jumlah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh kegiatan tertentu. Metrik yang umum digunakan adalah ton karbon dioksida setara (tCO2e), yang menggabungkan emisi karbon dioksida dengan gas rumah kaca lainnya berdasarkan potensi pemanasan global mereka selama periode waktu tertentu, seperti satu tahun.
  • Tujuan pengukuran jejak karbon adalah untuk mengidentifikasi sumber-sumber utama emisi dan mengambil tindakan untuk mengurangi atau mengompensasi emisi tersebut. Upaya pengurangan emisi meliputi efisiensi energi, penggunaan sumber energi terbarukan, perbaikan proses produksi, dan penggunaan teknologi yang lebih ramah lingkungan. Pengkompensasian emisi dapat dilakukan melalui proyek-proyek yang mengurangi emisi atau menyerap karbon dari atmosfer, seperti pengembangan energi terbarukan, reboisasi, atau investasi dalam proyek karbon.
  • Mengurangi jejak emisi karbon menjadi semakin penting dalam upaya mengatasi perubahan iklim global dan meminimalkan dampak negatifnya. Dengan mengadopsi tindakan untuk mengurangi emisi karbon, individu, organisasi, dan negara dapat berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim dan mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon.

PENYEBAB JEJAK EMISI KARBON DI BUMI

  • Pembakaran Bahan Bakar Fosil: Penggunaan bahan bakar fosil untuk menghasilkan energi (misalnya, listrik, pemanasan, transportasi, dan industri) adalah penyebab utama emisi karbon dioksida (CO2). Pembakaran minyak bumi, batubara, dan gas alam menghasilkan CO2 dan kontribusi terbesar terhadap emisi global.
  • Transportasi: Kendaraan bermotor, seperti mobil, truk, dan pesawat terbang, adalah penyumbang besar emisi karbon di dunia. Penggunaan bahan bakar fosil dalam transportasi menghasilkan CO2 dan polutan lainnya.
  • Industri: Proses industri, termasuk manufaktur, pertambangan, dan produksi energi, seringkali melibatkan penggunaan bahan bakar fosil dan proses kimia yang menghasilkan emisi karbon. Penggunaan energi dalam industri menyumbang sebagian besar emisi karbon industri.
  • Penggunaan Listrik: Pembangkit listrik fosil, seperti pembangkit listrik tenaga batubara dan gas, menghasilkan emisi CO2 selama pembakaran. Konsumsi listrik rumah tangga dan bisnis juga berkontribusi terhadap emisi melalui produksi energi listrik.
  • Pertanian: Praktek pertanian, seperti penggunaan pupuk kimia, pengelolaan hutan, dan produksi daging, dapat menghasilkan emisi metana dan nitrogen oksida, dua gas rumah kaca kuat yang berkontribusi terhadap jejak emisi karbon
  • Perubahan Penggunaan Lahan: Perubahan dalam penggunaan lahan, seperti deforestasi dan konversi hutan menjadi lahan pertanian atau perkotaan, dapat mengakibatkan pelepasan karbon dari tanah dan biomasa yang sebelumnya tersimpan.
  • Limbah: Pembuangan limbah padat dan cair dapat menghasilkan emisi metana dari pembusukan organik dan produksi gas lainnya dari limbah.
  • Proses Alami: Proses alami, seperti letusan gunung berapi dan kebakaran hutan, juga dapat menghasilkan emisi karbon ke atmosfer, meskipun kontribusi alam relatif kecil dibandingkan dengan aktivitas manusia.

DAMPAK BURUK JEJAK EMISI KARBON DI BUMI
Jejak emisi karbon yang tinggi di bumi memiliki berbagai dampak buruk pada lingkungan, manusia, dan ekosistem. Beberapa dampak buruk yang paling signifikan termasuk:

  • Perubahan Iklim Global: Emisi karbon menyebabkan peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer, yang berkontribusi pada pemanasan global. Perubahan iklim ini dapat mengakibatkan fenomena cuaca ekstrem seperti badai, banjir, kekeringan, dan peningkatan suhu global yang merugikan ekosistem dan manusia.
  • Kenaikan Permukaan Laut: Pemanasan global menyebabkan pelelehan es kutub dan gletser, yang mengakibatkan kenaikan permukaan laut. Ini dapat mengancam pulau-pulau, pesisir, dan kota-kota pesisir dengan risiko banjir.
  • Gangguan Ekosistem: Perubahan iklim memengaruhi ekosistem di seluruh dunia. Hewan dan tumbuhan dapat mengalami perubahan habitat yang drastis, dan beberapa spesies dapat terancam punah karena perubahan iklim yang cepat.
  • Kekeringan dan Kelaparan: Peningkatan suhu dan perubahan pola hujan dapat menyebabkan kekeringan dan penurunan produktivitas pertanian, mengancam pasokan makanan di berbagai wilayah dunia. Hal ini dapat berdampak pada kelaparan dan ketidakstabilan sosial.
  • Kualitas Udara Buruk: Emisi karbon dari pembakaran bahan bakar fosil juga dapat menghasilkan polusi udara, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti penyakit pernapasan, penyakit jantung, dan kanker.
  • Pencairan Es Kutub: Peningkatan suhu global menyebabkan pencairan es kutub, yang berkontribusi pada kenaikan permukaan laut dan mengubah ekosistem di kutub. Ini juga memengaruhi kestabilan arus laut global.
  • Migrasi Paksa: Perubahan iklim dapat memaksa manusia dan hewan untuk bermigrasi mencari lingkungan yang lebih aman dan berkelanjutan. Ini dapat mengakibatkan konflik dan tekanan pada populasi di daerah penerima.
  • Perubahan Sosial dan Ekonomi: Perubahan iklim dapat mengancam ekonomi, ketahanan pangan, dan keamanan energi. Hal ini dapat menyebabkan ketidakstabilan sosial dan ekonomi di berbagai wilayah.
  • Kerusakan Lingkungan Laut: Peningkatan suhu laut dan asidifikasi laut akibat emisi CO2 dapat merusak terumbu karang, ekosistem laut, dan populasi ikan.
  • Kerusakan Infrastruktur: Perubahan iklim dapat merusak infrastruktur seperti jembatan, jalan raya, dan bangunan, yang memerlukan biaya besar untuk perbaikan dan pemulihan.

APAKAH KARBON BIRU?

  • Karbon biru adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada konsep pengurangan emisi karbon dioksida (CO2) dan dampak perubahan iklim dengan mengalihkan perhatian pada upaya pelestarian dan restorasi ekosistem lautan, terutama hutan mangrove. Istilah “karbon biru” merujuk pada kapasitas ekosistem ini untuk menyerap dan menyimpan karbon dari atmosfer, yang membantu mengurangi kadar CO2 di atmosfer sehingga dapat memperlambat perubahan iklim.
  • Ekosistem karbon biru, seperti hutan mangrove berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat. Mangrove adalah tumbuhan yang tumbuh di daerah pesisir dan terutama di daerah berlumpur di sepanjang pantai. Ekosistem mangrove memiliki kemampuan yang signifikan untuk menyerap dan menyimpan karbon dioksida (CO2) dari atmosfer, sehingga berkontribusi pada upaya pengurangan emisi gas rumah kaca dan mitigasi perubahan iklim.

INDONESIA DARURAT EMISI KARBON

  • Hapus jejak emisi karbon di bumi dengan cara menyelamatkan hutan mangrove Indonesia.
  • Dengan potensi simpanan karbon sebesar 2.093.001 tCO2e, saat ini pemerintah Indonesia sedang melakukan program rehabilitasi hutan mangrove seluas 600.000 ha.
  • Hal ini, mengingat dari total luasan hutan mangrove Indonesia 2.515.943,31 ha, hanya 31,34% dalam kondisi baik, 15,64% sedang dan 13,92% rusak.

APAKAH TEBUS KARBON?

  • Tebus Karbon (Carbon Offset/Kompensasi Karbon) merujuk pada tindakan untuk mengurangi atau mengimbangi emisi karbon yang dihasilkan dari suatu kegiatan dengan cara melakukan tindakan yang mengurangi emisi serupa atau menghilangkan jumlah karbon di atmosfer dalam skala yang setara. Ini adalah salah satu upaya untuk mengurangi dampak perubahan iklim.
  • Pada dasarnya, ketika suatu kegiatan manusia menghasilkan emisi gas rumah kaca, seperti karbon dioksida (CO2), yang berkontribusi terhadap pemanasan global, maka kompensasi karbon dilakukan untuk mengurangi dampak negatif tersebut. Biasanya, kompensasi karbon dicapai melalui investasi dalam proyek yang mengurangi atau menghilangkan emisi gas rumah kaca, seperti proyek energi terbarukan, efisiensi energi, pengelolaan limbah, atau proyek pemulihan hutan.
  • Contohnya, jika suatu perusahaan menghasilkan 1.000 ton emisi karbon dalam satu tahun, mereka dapat membeli kredit karbon yang setara dengan jumlah itu dari proyek yang mengurangi emisi sebesar 1.000 ton, seperti menanam dan memantau mangrove atau memasang panel surya di komunitas yang membutuhkan. Dengan cara ini, perusahaan tersebut mengkompensasi emisi karbon yang dihasilkan dengan mengurangi jumlah emisi di tempat lain.
  • Namun, penting untuk diingat bahwa kompensasi karbon sebaiknya bukan menjadi pengganti dari usaha untuk mengurangi emisi langsung. Langkah-langkah untuk meningkatkan efisiensi energi, mengadopsi teknologi yang lebih ramah lingkungan, dan mengubah perilaku yang menghasilkan emisi lebih rendah tetap harus menjadi prioritas utama dalam menghadapi perubahan iklim. Kompensasi karbon seharusnya digunakan sebagai langkah tambahan untuk mengimbangi emisi yang tidak dapat dihindari pada tahap ini.

TEBUS KARBON DENGAN MANGROVE

  • Pada dasarnya, ketika suatu kegiatan manusia menghasilkan emisi gas rumah kaca, seperti karbondioksida (CO2), yang berkontribusi terhadap pemanasan global, maka kompensasi karbon dilakukan untuk mengurangi dampak negatif tersebut. Biasanya, kompensasi karbon dicapai melalui investasi dalam proyek yang mengurangi atau menghilangkan emisi gas rumah kaca, seperti proyek energi terbarukan, efisiensi energi, pengelolaan limbah, atau proyek pemulihan hutan.
  • Contohnya, jika suatu perusahaan menghasilkan 1.000 ton emisi karbon dalam satu tahun, mereka dapat membeli kredit karbon yang setara dengan jumlah itu dari proyek yang mengurangi emisi sebesar 1.000 ton, seperti menanam dan memantau mangrove di kawasan pesisir. Dengan cara ini, perusahaan tersebut mengkompensasi emisi karbon yang dihasilkan dengan mengurangi jumlah emisi di tempat lain.

BAGAIMANA CARA MANGROVE DAPAT MENEBUS JEJAK EMISI KARBON DI BUMI?
Mangrove memiliki kemampuan alami untuk menyerap dan menyimpan karbon dioksida (CO2) dari atmosfer. Proses ini dikenal sebagai penyangga karbon. Mangrove adalah hutan rawa yang tumbuh di wilayah pantai di daerah tropis dan subtropis. Berikut adalah beberapa cara di mana mangrove dapat membantu menebus jejak emisi karbon:

  • Penyerapan Karbon: Mangrove mampu menyerap dan menyimpan karbon lebih banyak (sekitar lima kali) daripada hutan lainnya. Pohon mangrove mengandung banyak karbon dalam batang dan akarnya serta di dalam tanah rawa tempat mereka tumbuh. Dengan menanam lebih banyak mangrove, jumlah karbon yang disimpan di ekosistem tersebut dapat meningkat.
  • Mencegah Penggundulan Hutan: Mangrove yang kuat dan sehat dapat melindungi daerah pesisir dari abrasi dan badai. Ini berarti mangrove dapat membantu mencegah penggundulan hutan yang menyebabkan pelepasan besar-besaran karbon ke atmosfer.
  • Mengurangi Pemanasan Global: Mengurangi emisi gas rumah kaca adalah langkah penting dalam mengatasi pemanasan global. Dengan menanam lebih banyak mangrove, kita dapat mengurangi jumlah CO2 di atmosfer, yang membantu mengurangi efek pemanasan global.
  • Menyediakan Sumber Energi Terbarukan: Mangrove juga dapat menjadi sumber energi terbarukan. Pohon mangrove yang mati atau jatuh dapat digunakan sebagai biomassa untuk menghasilkan bioenergi. Dengan menggantikan sumber energi fosil dengan bioenergi dari mangrove, kita dapat mengurangi emisi karbon dari bahan bakar fosil.
  • Memelihara Keanekaragaman Hayati: Mangrove adalah habitat yang penting bagi berbagai spesies tumbuhan dan hewan. Memelihara keanekaragaman hayati ini penting untuk menjaga ekosistem yang sehat. Ekosistem yang sehat dapat menyimpan lebih banyak karbon dan memainkan peran penting dalam mengurangi emisi karbon.

Penting untuk dicatat bahwa penanaman mangrove dapat membantu dalam upaya menebus jejak emisi karbon, namun hal ini bukanlah satu-satunya solusi. Pengurangan emisi secara menyeluruh dan keberlanjutan dalam semua sektor juga diperlukan untuk mengatasi perubahan iklim secara efektif.

TUJUAN PENANAMAN MANGROVE
Tujuan penanaman mangrove adalah untuk mencapai berbagai manfaat ekologi, ekonomi, dan sosial. Berikut adalah beberapa tujuan utama penanaman mangrove:

  • Perlindungan Pantai: Mangrove berperan sebagai pagar hidup yang melindungi pantai dari abrasi (erosi) akibat gelombang dan arus laut. Akar-akar mangrove yang rumit membantu menahan endapan lumpur dan sedimentasi, membantu membangun dan mempertahankan garis pantai yang stabil.
  • Pengendalian Banjir: Mangrove berfungsi sebagai hutan hujan pantai yang efisien dalam menyerap air. Akar-akar mangrove yang kompleks membantu menahan air pasang dan menyerap kelebihan air, mengurangi risiko banjir di wilayah pesisir.
  • Keanekaragaman Hayati: Ekosistem mangrove mendukung keanekaragaman hayati yang tinggi. Hutan mangrove adalah rumah bagi berbagai spesies tanaman, burung, mamalia, ikan, dan organisme laut lainnya. Penanaman mangrove membantu mempertahankan dan memulihkan ekosistem yang kaya ini, serta melindungi spesies yang terancam punah.
  • Penyimpanan Karbon: Mangrove memiliki kapasitas yang tinggi untuk menyimpan karbon. Vegetasi mangrove menyerap karbon dioksida dari atmosfer dan menyimpannya dalam biomasa dan sedimen tanah. Penanaman mangrove dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengurangi dampak perubahan iklim.
  • Sumber Penghidupan: Mangrove memberikan berbagai sumber daya yang penting bagi komunitas pesisir. Mangrove menyediakan kayu bakar, bahan bangunan, bahan pangan, obat-obatan tradisional, dan sumber penghidupan melalui perikanan, budidaya kerang, dan pariwisata.
  • Peningkatan Kualitas Air: Mangrove berfungsi sebagai filter alami dengan kemampuan untuk menyerap zat-zat berbahaya dan nutrien yang berlebihan dari air. Penanaman mangrove dapat membantu meningkatkan kualitas air di perairan pesisir dengan menyaring limbah dan mengurangi dampak polusi.
  • Pendidikan dan Kesadaran Lingkungan: Mangrove menawarkan kesempatan untuk pendidikan lingkungan yang penting. Penanaman mangrove dapat melibatkan masyarakat lokal dan pendidikan, sehingga meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan melindungi ekosistem pesisir.

Dengan penanaman mangrove yang tepat dan konservasi yang berkelanjutan, kita dapat mencapai keberlanjutan ekologis, meningkatkan ketahanan pesisir, dan mempromosikan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir. Anda tertarik untuk menghapus jejak emisi karbon di bumi bersama kami? (ADM).

   

Open chat
Salam MANGROVER! Dengan KeMANGI di sini. Ada yang bisa kami bantu?