Semarang – KeMANGI. Melalui Program Adopsi Mangrove, KeMANGI kembali sukses melaksanakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan membantu dan mendukung penanaman dan pemantauan bibit mangrove di Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng). Pada kegiatan ini, dukungan Adopsi Mangrove kembali datang dari pengadopsi asal Belanda, yang mencerminkan meningkatnya kepedulian masyarakat global terhadap pelestarian ekosistem mangrove di Indonesia. (23/12/2025).
Penanaman mangrove program Adopsi Mangrove dari pengadopsi asal Belanda.
Hingga saat ini, masyarakat global terus berupaya memitigasi perubahan iklim melalui berbagai langkah bersama, seperti mempercepat aksi nyata dalam menghadapi krisis iklim, membahas pendanaan iklim, mendorong realisasi komitmen internasional, serta mengembangkan peran teknologi, termasuk penerapan model dan adaptasi pertanian yang tahan terhadap perubahan iklim.
Berbagai isu tersebut dibahas secara rutin dalam pertemuan negara-negara di dunia melalui Conference of the Parties (COP) yang diselenggarakan setiap tahun. Seiring dengan itu, masyarakat global juga mulai berupaya mengurangi jejak emisi karbon melalui berbagai kegiatan, salah satunya dengan penanaman pohon dan reboisasi. Salah satu ekosistem yang saat ini menjadi fokus rehabilitasi dan konservasi adalah ekosistem mangrove.
Hasil adopsi empat bibit mangrove dari Jolente asal Belanda.
Hal ini disebabkan oleh peran penting mangrove dalam menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar sehingga mampu berkontribusi signifikan dalam mengurangi dampak perubahan iklim melalui penurunan emisi karbon di atmosfer.
Pengadopsi mangrove bulan Desember 2025 yang ikut dalam gerakan rehabilitasi dan konservasi ekosistem mangrove dan penebusan jejak emisi karbon di bumi adalah Jolente yang mengadopsi empat bibit dan Raoul Nuijten yang mengadopsi satu bibit, berjenis Rhizophora mucronata.
KeMANGI diwakili oleh Agape L. Anthoni (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Rena Sagita (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) yang menyambut baik kegiatan Adopsi Mangrove di bulan Desember ini.
Hasil adopsi satu bibit mangrove dari Raoul Nuijten asal Belanda.
“Pada Desember 2025, kami mendukung kegiatan penanaman dan pemantauan lima bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata melalui Program Adopsi Mangrove dengan dukungan dari dua pengadopsi asal Belanda,” ujar Agape. “Hal ini menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat global terhadap isu perubahan iklim. Kami berharap masyarakat Indonesia juga semakin berperan aktif dalam menjaga kelestarian hutan mangrove, mengingat Indonesia memiliki kawasan mangrove terluas di dunia,” tambahnya.
Melalui Program Adopsi Mangrove, KeMANGI berharap dapat menjaga dan merehabilitasi kawasan pesisir di SMC Jateng, Semarang sekaligus mengurangi jejak emisi karbon sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim.
Hasil penanaman dalam Program Adopsi Mangrove juga menunjukkan perkembangan yang baik berdasarkan pemantauan yang dilakukan setelah tiga bulan penanaman. Dengan demikian, ekosistem mangrove diharapkan dapat berperan penting dalam mendukung mitigasi perubahan iklim.
Kegiatan yang berlangsung tanggal 23 Desember 2025, mulai pukul 09.00–11.00 WIB ini berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan. (ADM/ARH/ALA/AP).
