Semarang – KeMANGI. Pada Program Adopsi Mangrove, terdapat tahapan kedua setelah penanaman, yaitu pemantauan. Dalam hal ini, KeMANGI kembali melaksanakan kegiatan pemantauan berupa monitoring dan evaluasi (monev) untuk mengetahui persentase kelulushidupan dan pertumbuhan bibit mangrove. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan persentase kelulushidupan bibit mangrove tetap tinggi serta terjaga kualitas pertumbuhannya. (16/10/2025).
Proses pengukuran tinggi bibit bulan ke-3.
Pemantauan ini dilaksanakan pada bulan ke-3 setelah penanaman karena pada usia tersebut bibit mangrove umumnya telah melewati masa adaptasi terhadap lingkungan dan fase kritis pertumbuhan awal. Melalui kegiatan pemantauan ini, diharapkan kondisi bibit dapat terus dipantau sehingga pertumbuhannya dapat berlangsung secara optimal.
Pemantauan kali ini dilakukan oleh Rena Sagita (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Anggoro D. B. Saputro (Staf Koordinator Operasional Media) yang memantau bibit dari pengadopsi asal Belanda berjumlah 19 orang.
Salah satu tagging bibit hasil Adopsi Mangrove.
Pengadopsi asal Belanda tersebut, antara lain atas nama Martijn van den Heuvel, John Koomen, Esmay Klaverweide, Eelke Riemersma, Petra de Beij, Janet Kamstra, Kelsey de Bruin, Jim de Vries, Nadine Blom, Judith Ahsmann, Ashley van den Bosch, K. J. de Maa, Roxan Havik, Anouk de Groot, Luc de Beer, Emiel Passchier, Susan Beukers, dan Jessica Tamis yang mengadopsi masing-masing empat bibit, serta Laura Heuven yang mengadopsi satu bibit.
“Dalam rangka kegiatan pemantauan bulan ke-3, KeMANGI melaksanakan monev penanaman bibit mangrove program Adopsi Mangrove yang telah ditanam di bulan Juli 2025,” kata Rena. “Setelah tiga bulan penanaman bibit mangrove, pemantauan dilaksanakan untuk mengetahui persentase kelulushidupan dan pertumbuhan bibit dari program Adopsi Mangrove ini, hal ini juga harapannya dapat dilakukan evaluasi terhadap hasil yang didapatkan,” tambahnya.
Hasil monev menunjukkan bahwa bibit mangrove memiliki persentase kelulushidupan sempurna, yakni 100% dengan persentase pertumbuhan yang bervariasi antara 4,55–36,59% dari tinggi bibit tiga bulan yang lalu.
Kondisi bibit mangrove setelah tiga bulan penanaman.
“Hasil dari pemantauan hari ini menunjukkan nilai yang baik dan sempurna di mana bibit yang telah ditanam berhasil tumbuh dengen persentase kelulushidupan sebesar 100% dan dengan masing-masing persentase pertumbuhan bibit berada di rentang 4,55–36,59% dari tinggi bibit penanaman,” kata Rena. “Semoga dengan hasil yang baik ini, dapat menumbuhkan rasa kepedulian masyarakat global terhadap pentingnya ekosistem mangrove bagi lingkungan sekitarnya serta mitigasi perubahan iklim dengan penghapusan jejak emisi karbon,” tambahnya.
Mangrove memiliki kemampuan luar biasa dalam menyimpan karbon, baik melalui biomassa maupun substratnya yang kaya akan bahan organik. Kondisi substrat yang bersifat anaerobik membuat karbon dapat terakumulasi dalam jumlah besar dan bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama. Sebagian besar karbon tersimpan di dalam sedimen, menjadikan ekosistem mangrove sebagai salah satu penyumbang utama karbon biru di bumi.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00–11.00 WIB ini berjalan baik dan lancar yang diakhiri dengan sesi pendokumentasian hasil pemantauan untuk keperluan pelaporan dan evaluasi lebih lanjut. (ADM/ARH/RS/AP).
