Semarang – KeMANGI. Setelah tiga bulan sejak pelaksanaan penanaman bibit mangrove melalui program Adopsi Mangrove, kegiatan dilanjutkan dengan pemantauan pertumbuhan bibit mangrove. Pemantauan bibit mangrove adalah proses pengamatan dan evaluasi terhadap kondisi, pertumbuhan, dan kelulushidupan bibit mangrove yang telah ditanam dalam suatu periode waktu tertentu. (6/6/2025).
Proses penghitungan bibit mangrove berhasil tumbuh dan gagal tumbuh.
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan keberhasilan penanaman, mengidentifikasi faktor pendukung maupun penghambat pertumbuhan, dan memberikan data yang akurat untuk mendukung perencanaan dan pengelolaan konservasi ekosistem mangrove secara berkelanjutan.
Pemantauan kali ini dilakukan oleh Agape L. Anthoni (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) yang memantau 36 bibit mangrove hasil Program “Beli Ecobag = Tanam Pohon” kerja sama KeMANGI dan PT Versuni Homelife Indonesia Tahap I berjenis Rhizophora mucronata.
Tagging dan kondisi bibit mangrove pada saat pemantauan.
“Hari ini, kami melakukan pemantauan terhadap bibit mangrove hasil program Adopsi Mangrove ‘Beli Ecobag = Tanam Pohon’, kerja sama antara KeMANGI dan PT Versuni Homelife Indonesia Tahap I yang telah ditanam pada Maret 2025,” kata Agape. “Setelah bibit mangrove melewati masa adaptasi lingkungan selama tiga bulan, pemantauan dan evaluasi terhadap hasil pertumbuhannya mulai dilakukan. Bibit mangrove yang dipantau kali ini berjumlah 36 bibit,” tambahnya.
Hasil monev menunjukkan bahwa bibit mangrove memiliki persentase kelulushidupan hampir sempurna, yakni 94,44% dengan rincian 34 bibit berhasil tumbuh dan dua bibit gagal tumbuh serta persentase pertumbuhan yang signifikan mencapai 44,19% dari tinggi bibit tiga bulan yang lalu.
“Pemantauan yang telah dilakukan menunjukkan hasil yang hampir sempurna, dengan persentase kelulushidupan sebesar 94,44% dan pertumbuhan tinggi mencapai 44,19% dibandingkan saat penanaman. Rincian hasil pemantauan adalah dengan jumlah 34 berhasil tumbuh dan 2 bibit gagal tumbuh,” ujar Agape. “Dengan hasil yang baik ini, semoga bibit mangrove mangrove dapat tumbuh dan berkembang dan menjadi upaya untuk memitigasi perubahan iklim,” jelasnya lebih lanjut.
Kondisi bibit mangrove telah berdaptasi dengan lingkungan, segar, dan hijau.
Mangrove memiliki kemampuan luar biasa dalam menyimpan karbon, baik melalui biomassa maupun substratnya yang kaya akan bahan organik. Substrat mangrove yang bersifat anaerobik memungkinkan akumulasi karbon dalam jumlah besar dan bertahan dalam jangka waktu yang lama. Sebagian besar karbon tersebut tersimpan dalam lapisan sedimen, menjadikan mangrove sebagai salah satu komponen utama dalam ekosistem karbon biru.
Dibandingkan dengan hutan daratan, mangrove mampu menyimpan karbon dalam jumlah yang lebih besar. Oleh karena itu, upaya konservasi mangrove sangat penting dan strategis dalam mendukung mitigasi perubahan iklim secara global.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00–11.00 WIB ini berjalan baik dan lancar yang diakhiri dengan sesi pendokumentasian hasil pemantauan untuk keperluan pelaporan dan evaluasi lebih lanjut. (ADM/ARH/AP).
