Bisa Hapus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Hasil Pemantauan Adopsi Mangrove KeMANGI Juni 2025: Persentase Kelulushidupan Bibit Mangrove Hasil Adopsi Mangrove oleh Nanda Asridinan Noor di SMC Jateng, Semarang Capai 90,00%

Semarang – KeMANGI. Tiga bulan setelah penanaman bibit mangrove dalam program Adopsi Mangrove, kegiatan dilanjutkan dengan pemantauan berupa monitoring dan evaluasi (monev). Pemantauan ini bertujuan untuk mengetahui persentase kelulushidupan dan pertumbuhan bibit mangrove. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah untuk memastikan bahwa persentase kelulushidupan tetap tinggi dan bibit mangrove tumbuh secara optimal. (6/6/2025).

Proses penghitungan tinggi bibit mangrove.

Pemantauan kali ini dilakukan oleh Agape L. Anthoni (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) di Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng) yang memantau bibit dari pengadopsi asal Jakarta, yaitu Nanda Asridinan Noor yang mengadopsi 20 bibit mangrove berjenis Rhizophora mucronata.

“Hari ini, kami memantaukan bibit mangrove hasil program Adopsi Mangrove yang telah ditanam di bulan Maret 2025,” kata Agape. “Setelah melalui masa kritis bibit mangrove, akan dilaksanakan pemantauan bibit mangrove dan dilakukan evaluasi terhadap hasil yang didapatkan. Bibit mangrove yang dipantau kali ini atas nama Nanda Asridinan Noor, pengadopsi asal Jakarta yang berjumlah 20 bibit mangrove,” tambahnya.

Tagging dan kondisi bibit pada saat pemantauan.

Hasil monev menunjukkan bahwa bibit mangrove memiliki persentase kelulushidupan hampir sempurna, yakni 90,00% dengan persentase pertumbuhan yang signifikan mencapai 50,00% dari tinggi bibit tiga bulan yang lalu.

“Pemantauan yang telah dilakukan menunjukkan hasil yang hampir sempurna, dengan persentase kelulushidupan sebesar 90,00% dengan rincian 18 bibit berhasil tumbuh dan 2 bibit gagal tumbuh serta pertumbuhan tinggi mencapai 50,00% dibandingkan saat penanaman,” ujar Agape. “Dengan hasil yang baik ini, bibit mangrove harapannya dapat tumbuh dengan lebih baik kedepannya sehingga menjadi habitat flora dan fauna di ekosistem pesisir dan sebagai upaya mitigasi perubahan iklim,” jelasnya lebih lanjut.

Kondisi bibit mangrove segar dan hijau serta tumbuh dengan baik.

Mangrove memiliki kemampuan luar biasa dalam menyimpan karbon, baik melalui biomassa maupun substratnya yang kaya akan bahan organik. Substrat mangrove yang bersifat anaerobik memungkinkan akumulasi karbon dalam jumlah besar dan bertahan dalam jangka waktu yang lama. Sebagian besar karbon tersebut tersimpan dalam lapisan sedimen, menjadikan mangrove sebagai salah satu komponen utama dalam ekosistem karbon biru.

Dibandingkan dengan hutan daratan, mangrove mampu menyimpan karbon dalam jumlah yang lebih besar. Oleh karena itu, upaya konservasi mangrove sangat penting dan strategis dalam mendukung mitigasi perubahan iklim secara global.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00–11.00 WIB ini berjalan baik dan lancar yang diakhiri dengan sesi pendokumentasian hasil pemantauan untuk keperluan pelaporan dan evaluasi lebih lanjut. (ADM/ARH/AP).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *