Semarang – KeMANGI. Kota Semarang merupakan wilayah pesisir yang memiliki ekosistem mangrove dengan fungsi penting dalam melindungi kawasan pesisir dari berbagai ancaman bencana. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, ekosistem mangrove Semarang mengalami degradasi yang cukup serius. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya alih fungsi lahan dan pesatnya pembangunan perkotaan yang berdampak pada keberadaan ekosistem mangrove Semarang. (23/9/2026).
Proses penanaman bibit mangrove Program Adopsi Mangrove.
Mangrove Semarang dan Upaya Rehabilitasi Pesisir
Oleh karena itu, KeSEMaT, IKAMaT, dan KeMANGI serta afiliasinya berupaya untuk melaksanakan kegiatan rehabilitasi mangrove di wilayah pesisir Kota Semarang. Dari usaha dan kerja keras yang dilakukan selama puluhan tahun, kemudian terbentuklah kawasan Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng) sebagai kawasan pengelolaan dan pemanfaatan ekosistem mangrove berkelanjutan.
SMC Jateng, Semarang sebagai Pusat Kawasan Mangrove Semarang
Selain itu, kawasan yang berlokasi di tiga kelurahan, yaitu Mangkang Kulon, Mangunharjo, dan Mangkang Wetan juga menjadi kawasan Sentra Produksi Olahan Mangrove (SPOM) Semarang di mana kawasan ini juga menjadi sentra pengolahan mangrove bukan kayu yang berkelanjutan dengan tujuan untuk memberdayakan masyarakat pesisir melalui ekonomi berbasis lingkungan.
Selain inisiatif di atas, KeMANGI sebagai salah satu afiliasi juga menginisiasi sebuah program edukasi dan kampanye yang membuka kesempatan kepada masyarakat luas dan pihak atau lembaga yang ingin berkontribusi dalam pengelolaan dan pemanfaatan ekosistem mangrove yang berkelanjutan di kawasan Kota Semarang.
Inisiatif tersebut adalah Program Adopsi Mangrove. Adopsi Mangrove merupakan program dilaksanakan oleh KeMANGI berupa inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) yang bertujuan untuk mempermudah individu, lembaga, dan masyarakat dalam berkontribusi terhadap rehabilitasi ekosistem mangrove termasuk konservasi lingkungan, mitigasi perubahan iklim, perlindungan pesisir serta keberlanjutan ekosistem.
Program Adopsi Mangrove juga sering menjadi pilihan alternatif untuk merayakan berbagai momen spesial, seperti ulang tahun, hari jadi, maupun sebagai hadiah untuk orang tersayang. Tren ini berkembang karena memberikan kesempatan bagi seseorang untuk berkontribusi langsung terhadap pelestarian lingkungan, sekaligus menghadirkan makna yang lebih mendalam dibandingkan hadiah konvensional.

Bibit mangrove beserta tagging mangrove sebagai sarana pemantauan.
Melalui kegiatan ini, penerima hadiah tidak hanya mendapatkan simbol kasih dan perhatian, tetapi juga ikut berpartisipasi dalam upaya konservasi alam dan mitigasi perubahan iklim melalui penanaman bibit mangrove yang bermanfaat bagi ekosistem pesisir.
Penanaman Mangrove Semarang untuk Ulang Tahun Gisela Gwen Michelle
Program ini kemudian menjadi suatu platform yang menjadi pilihan banyak pihak, termasuk sebuah klub penggemar yang ingin memberikan hadiah kepada idolanya. Salah satu yang berpartisipasi adalah klub penggemar Gisela Gwen Michelle, yaitu gwenity_fanbase. Sebanyak empat bibit mangrove berjenis Rhizophora mucronata telah diadopsi oleh klub penggemar Gisela Gwen Michelle, dalam rangka merayakan ulang tahun yang ke-22.
Gisela Gwen Michelle, atau yang lebih akrab disapa Gwen, merupakan mahasiswi berprestasi asal Indonesia yang dikenal luas setelah menjadi salah satu peserta dalam ajang Clash of Champions Season 2. Gwen merupakan mahasiswi Jurusan Global Business and Economics di City University of Hong Kong (CityUHK). Selain aktif dalam bidang akademik, Gwen juga dikenal sebagai atlet sepak bola putri Indonesia dan pernah bergabung dengan Tim Nasional Putri U-16.
Program Adopsi Mangrove kemudian diimplementasikan langsung di kawasan SMC Jateng, Semarang oleh Tim KeMANGI, di antaranya Fitriya A. Setyani (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Anggoro D. B. Saputro (Staf Koordinator Operasional Media) dibantu Kelompok Ngebruk Lestari (KENARI) yang menyambut baik dan membantu melaksanakan kegiatan tersebut.
“Salam Mangrover!, kami dari Tim Adopsi Mangrove KeMANGI telah berhasil menanamkan bibit mangrove di kawasan SMC Jateng, Semarang dari pengadopsi Gisela Gwen Michelle ,” kata Fitriya. “Terima kasih, semoga bibit yang ditanam dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, serta bermanfaat bagi lingkungan dan sekitarnya. Selain itu, kami juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada kak Gisela Gwen Michelle semoga diberikan kelancaran dan kesuksesan dalam setiap tahap hidupnya. Sekian, Semangat Mangrover!,” tambahnya.

Bibit mangrove hasil Program Adopsi Mangrove.
Melalui Program Adopsi Mangrove, perayaan ulang tahun Gisela Gwen Michelle tidak hanya diwujudkan melalui pemberian hadiah, tetapi juga melalui bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Partisipasi klub penggemar dalam mengadopsi empat bibit Rhizophora mucronata menjadi bagian dari upaya rehabilitasi ekosistem mangrove di kawasan SMC Jateng, Semarang.
Dukungan Klub Penggemar bagi Mangrove Semarang
KeMANGI berharap partisipasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi klub penggemar maupun masyarakat luas untuk menjadikan berbagai momen spesial sebagai kesempatan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan. Setiap bibit yang ditanam diharapkan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik serta memberikan manfaat bagi ekosistem pesisir dan masyarakat di sekitarnya dalam jangka panjang.
Dengan demikian, Program Adopsi Mangrove tidak hanya menjadi sarana untuk memberikan hadiah yang bermakna, tetapi juga menjadi media edukasi dan kampanye yang menghubungkan berbagai pihak dengan upaya pelestarian mangrove Semarang. Melalui partisipasi yang dilakukan secara berkelanjutan, semakin banyak pihak dapat turut mendukung keberlangsungan ekosistem mangrove Semarang bahkan Indonesia, serta lingkungan pesisir.
Keseluruhan kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00–11.00 WIB ini berlangsung dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan. (ADM/ARH/FAS/AP).

