Semarang – KeMANGI. Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem penting di bumi, khususnya di wilayah pesisir, yang perlu dijaga kelestariannya. Namun, ekosistem ini masih menghadapi berbagai ancaman degradasi, salah satunya akibat alih fungsi lahan yang tidak memperhatikan kondisi lingkungan. Oleh karena itu, upaya menjaga dan melestarikan ekosistem mangrove perlu terus dilakukan agar berbagai manfaat ekologis dan sosialnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. (8/9/2026).

Proses penanaman bibit mangrove: penancapan ajir sebagai penyangga bibit.
Ekosistem Mangrove dan Pentingnya Upaya Pelestarian
Selain itu, ekosistem mangrove merupakan ekosistem penyimpan karbon, di mana manfaatnya sangat besar dalam rangka mengurangi dampak perubahan iklim. Saat ini dampak dan proses perubahan iklim membuat bumi terasa semakin panas, terjadinya kekeringan ekstrem, muka air laut naik, dan terjadinya bencana.
Kondisi tersebut mendorong meningkatnya kesadaran masyarakat, baik di tingkat global maupun nasional, terhadap dampak perubahan iklim yang semakin dirasakan. Kesadaran ini turut mendorong keinginan masyarakat untuk berkontribusi dalam mengurangi dampak perubahan iklim. Namun, ketersediaan platform yang dapat memfasilitasi partisipasi masyarakat dalam upaya tersebut masih terbatas.
Adopsi Mangrove sebagai Edukasi dan Kampanye Lingkungan
Menjawab kebutuhan tersebut sekaligus menghadirkan platform edukasi dan kampanye lingkungan, KeMANGI menginisiasi Program Adopsi Mangrove sebagai upaya mendukung rehabilitasi ekosistem mangrove. Program ini juga menjadi sarana edukasi dan kampanye untuk meningkatkan kesadaran serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan.

Proses penanaman satu per satu bibit.
Program ini dilaksanakan di wilayah pesisir Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng) sekaligus wilayah Sentra Produk Olahan Mangrove (SPOM) Semarang. Hal ini memungkinkan bagi para pengadopsi berkontribusi pada ekosistem pesisir sekaligus mendukung pengelolaan dan pengolahan mangrove berkelanjutan dari hasil rehabilitasi yang dilaksanakan.
Yudistira Yogendra dan Yunites Adopsi 104 Bibit Mangrove
Dalam perkembangannya, Adopsi Mangrove menjadi program yang banyak dipilih oleh banyak pihak. Bahkan, kali ini program ini diikuti oleh klub penggemar dari Virtual YouTuber (VTuber). VTuber adalah pembuat konten daring atau penghibur yang menggunakan avatar digital biasanya bergaya karakter anime sebagai representasi diri mereka di layar.
VTuber tersebut adalah Yudistira Yogendra pria berbahasa Indonesia dari grup independen PANDAVVA yang debut pada 31 Januari 2026. Walaupun Yudistira adalah seorang VTuber, tetapi memiliki hari ulang tahun, yaitu pada 9 September.

Tagging mangrove sebagai sarana pemantauan dan penyimpanan media.
Klub penggemarnya adalah Yunites, Yunites bersama idolanya kemudian mengadopsi 104 bibit mangrove berjenis Rhizophora mucronata di kawasan SMC Jateng, Semarang. Di mana 99 bibit mangrove atas nama Yudistira Yogendra sendiri, sedangkan atas nama Yunites sebagai klub penggemarnya sebanyak lima bibit mangrove.
Implementasi Penanaman Bibit Mangrove di SMC Jateng, Semarang
Sebagai implementasi Program Adopsi Mangrove, kemudian Tim KeMANGI, yaitu Bambang J. Laksono (Staf Koordinator Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Fitriya A. Setyani (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dibantu oleh kelompok tani mangrove, yaitu Nur Azis (KENARI) yang menyambut baik dan membantu melaksanakan kegiatan tersebut.
“Salam Mangrover!, saat ini telah dilakukan kegiatan dalam Program Adopsi Mangrove atas nama Yudistira Yogendra sejumlah 99 bibit mangrove dan klub penggemarnya, yaitu Yunites sejumlah lima bibit mangrove,” kata Bambang. “Semoga bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Terima kasih dan selamat ulang tahun Yudistira Yogendra, Semangat Mangrover!,” tambahnya.

Hasil penanaman bibit mangrove: Program Adopsi Mangrove Yudistira Yogendra.
Harapan KeMANGI untuk Program Adopsi Mangrove di Masa Depan
Melalui Program Adopsi Mangrove, KeMANGI terus berupaya membuka kesempatan bagi berbagai pihak untuk berkontribusi dalam pelestarian ekosistem mangrove melalui cara yang edukatif dan bermakna. Partisipasi Yudistira Yogendra bersama klub penggemarnya, Yunites, menunjukkan bahwa dukungan terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk, termasuk dalam klub penggemar dan perayaan ulang tahun seorang idola.
KeMANGI berharap kegiatan ini dapat menginspirasi lebih banyak komunitas dan masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam rehabilitasi mangrove. Dengan adanya keterlibatan berbagai pihak, setiap bibit yang ditanam diharapkan dapat tumbuh dan memberikan manfaat jangka panjang bagi ekosistem pesisir, keanekaragaman hayati, serta masyarakat di sekitarnya.
Keseluruhan kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00–11.00 WIB ini berlangsung dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan. (ADM/ARH/BJL/AP).
