Semarang – KeMANGI. Adopsi Mangrove. Kerusakan lingkungan, khususnya di wilayah pesisir sejak awal abad ke-20 hingga saat ini terus meningkat secara signifikan. Hal tersebut dapat disebabkan karena meningkatnya pemanfaatan wilayah pesisir dalam rangka upaya peningkatan ekonomi oleh manusia, tetapi belum memikirkan dampak jangka panjang secara matang. Kondisi ini menyebabkan wilayah pesisir di Indonesia memiliki kerentanan yang tinggi terhadap dinamika alam pesisir. (19/5/2026).

Proses penanaman bibit mangrove Program Adopsi Mangrove.
Dampak jangka panjang baru dirasakan hari ini, antara lain masyarakat kehilangan pekerjaan, masuknya air laut ke kawasan permukiman hingga pertanian, hingga kekhawatiran masyarakat dengan dinamisnya kondisi pesisir yang mengancam mereka.
Inisiatif KeMANGI Berangkat dari Masalah Iklim
Berangkat dari kondisi memprihatinkan tersebut, kemudian KeMANGI mulai menginisiasi sebuah program yang memungkinkan seluruh lapisan masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam upaya memulihkan ekosistem pesisir, khususnya ekosistem mangrove agar kembali seperti sediakala.
Di sisi lain, sebagai negara dengan luasan mangrove terbesar di dunia, Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga ekosistem penting ini karena perannya yang signifikan dalam mengendalikan perubahan iklim global.
Program tersebut adalah Adopsi Mangrove, yaitu sebuah program Corporate Social Responsibility (CSR) yang memungkinkan individu, lembaga, maupun komunitas untuk berpartisipasi dalam upaya mengurangi dampak dari kerusakan pesisir yang terjadi dan perubahan iklim melalui rehabilitasi ekosistem mangrove.
Selain itu, program ini juga dirancang bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu, akses, atau sumber daya, sehingga tetap dapat berkontribusi tanpa harus terlibat langsung di lapangan.
Seiring perkembangan program ini, beberapa pihak juga menjadikan Adopsi Mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus sebagai bentuk perayaan, pemberian hadiah, dan ungkapan rasa syukur bagi diri sendiri maupun diberikan kepada orang terkasih serta idola.

Tagging Adopsi Mangrove sebagai sarana pemantauan dan penyimpanan.
Adopsi Mangrove sebagai Hadiah Ulang Tahun
Melalui Adopsi Mangrove, perayaan ulang tahun idola dapat diarahkan menjadi gerakan positif yang tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga memberi manfaat ekologis. Setiap bibit yang ditanam menjadi bagian dari upaya pemulihan ekosistem pesisir, perlindungan habitat biota, serta dukungan terhadap mitigasi perubahan iklim berbasis mangrove.
Hal ini juga dilakukan oleh klub penggemar Est Supha Sangaworawong, yang mengadopsi sejumlah 12 bibit mangrove dengan jenis Rhizophora mucronata dalam rangka merayakan ulang tahun yang ke-25 sang idola.
Supha Sangaworawong lahir 19 Mei 2001, sebelumnya dikenal sebagai Ravipon Sangaworawong, dengan nama panggilan Est, adalah seorang aktor Thailand di bawah naungan GMMTV dan merupakan perenang kompetitif yang mewakili tim nasional Thailand.
Kegiatan Adopsi Mangrove dilakukan di Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng) oleh Tim KeMANGI yang diwakili oleh Bambang J. Laksono (Staf Koordinator Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Fitriya A. Setyani (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) mewakili KeMANGI, Kemudian menyambut baik dan membantu melaksanakan kegiatan tersebut.
“Salam Mangrover!, Pada hari ini kami membantu menanam dan memantaukan bibit mangrove dalam Program Adopsi Mangrove, dengan pengadopsi berasal dari klub penggemar Est Supha Sangaworawong berjumlah 12 bibit mangrove. Kami ucapkan selamat ulang tahun kepada Est Supha Sangaworawong!, semoga diberikan kesehatan dan kesuksesan dalam jalan kariernya,” kata Bambang. “Kami ucapkan juga terima kasih kepada klub penggemarnya karena telah berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan sekaligus memberikan hadiah spesial kepada sang idola. Semoga bibit yang ditanam dapat memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan bumi,” tambahnya.
Keseluruhan kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00–11.00 WIB ini berlangsung dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan.
KeMANGI berharap, semakin banyak komunitas menjadikan adopsi mangrove sebagai pilihan perayaan yang berdampak. Dari 12 bibit yang ditanam, kontribusi ini diharapkan dapat tumbuh menjadi manfaat jangka panjang bagi lingkungan pesisir, masyarakat sekitar, dan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga mangrove Indonesia.
Melalui penanaman mangrove Semarang ini, KeMANGI berharap kolaborasi berbagai kegiatan, salah satunya olahraga dan lingkungan dapat terus berkembang, sehingga semakin banyak peserta kegiatan publik ikut mendukung pemulihan pesisir melalui aksi nyata. (ADM/ARH/BJL/AP).
