Penanaman Mangrove Semarang: Tebus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Nawa S. Khalisa Pengadopsi Asal Tangerang, Adopsi Empat Bibit Mangrove di SMC Jateng, Semarang

Semarang – KeMANGI. Mangrove dikenal sebagai tumbuhan yang hidup di wilayah pesisir sebagai penghalau gelombang yang merusak wilayah pesisir dan tempat hidup berbagai biota di wilayah pesisir. Namun, kini mangrove juga dikenal sebagai salah satu ekosistem karbon biru yang dapat menyimpan karbon dalam jumlah besar. Ekosistem karbon biru yang lestari akan mendukung upaya pengurangan dampak perubahan iklim di bumi. (7/5/2026).

penanaman-mangrove-semarang-tebus-jejak-emisi-karbon-di-bumi-nawa-s-khalisa-pengadopsi-asal-tangerang-adopsi-empat-bibit-mangrove

Proses penanaman bibit mangrove hasil Adopsi Mangrove.

Oleh karena itu, ekosistem mangrove kini menjadi salah satu ekosistem yang gencar untuk dilakukan rehabilitasi dan pelestarian serta pemantauan oleh berbagai pihak yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

Hal ini membuat kesadaran berbagai pihak terhadap pentingnya rehabilitasi dan pelestarian ekosistem mangrove semakin meningkat. Selain itu, KeMANGI melalui Program Adopsi Mangrove yang telah diinisiasi, berupaya menjadikan program ini sebagai salah satu bentuk rehabilitasi dan pelestarian ekosistem mangrove, sekaligus sebagai media kampanye yang lebih luas mengenai pentingnya ekosistem mangrove kepada masyarakat, baik secara daring maupun luring.

Fitriya A. Setyani (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) menyampaikan bahwa melalui Program Adopsi Mangrove sebagai media kampanye, kesadaran masyarakat secara luas diharapkan dapat meningkat terkait pentingnya rehabilitasi dan pelestarian ekosistem mangrove, mengingat manfaatnya yang sangat besar bagi masyarakat dan lingkungan.

Tagging Adopsi Mangrove sebagai sarana pemantauan dan penyimpanan dokumentasi.

Tagging Adopsi Mangrove sebagai sarana pemantauan dan penyimpanan dokumentasi.

Salah satunya ialah peran mangrove sebagai salah satu ekosistem penyimpan karbon terbesar yang dapat membantu mengurangi dampak perubahan iklim.

Salah satu yang ikut dalam Adopsi Mangrove adalah Nawa S. Khalisa, pengadopsi asal Tangerang yang mengadopsi sejumlah empat bibit mangrove berjenis Rhizophora mucronata di Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng).

Program ini kemudian dilaksanakan oleh Tim KeMANGI yang diwakili oleh Fitriya, Anggoro D. B. Saputro (Staf Koordinator Operasional Media) dibantu oleh Hikmah Rezki B. (Mahasiswa Magang), Resti A. Triani (Mahasiswa Magang), serta Kelompok Ngebruk Lestari (KENARI) yang menyambut baik dan membantu melaksanakan program ini.

penanaman-mangrove-semarang-tebus-jejak-emisi-karbon-di-bumi-nawa-s-khalisa-pengadopsi-asal-tangerang-adopsi-empat-bibit-mangrove3

Empat bibit mangrove hasil Adopsi Mangrove dari pengadopsi atas nama Nawa S. Khalisa.

“Pada hari ini kami melaksanakan kegiatan penanaman bibit mangrove dalam Program Adopsi Mangrove. Kami menanamkan bibit hasil adopsi atas nama Nawa S. Khalisa, pengadopsi asal Tangerang yang ikut berpartisipasi dalam upaya rehabilitasi dan pelestarian ekosistem mangrove,” kata Fitriya. “Semoga bibit yang ditanam dari pengadopsi ini dapat tumbuh dengan optimal, mampu memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat di sekitarnya, dan mampu membantu menebus jejak emisi karbon serta memulihkan kondisi pesisir di SMC Jateng, Semarang,” tambahnya.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00–11.00 WIB ini berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan. (ADM/ARH/FAS /AP).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *