Semarang – KeMANGI. Saat ini, kondisi cuaca dan musim semakin sulit diprediksi, sementara dampak perubahan iklim juga semakin dirasakan di berbagai wilayah, seperti kekeringan berkepanjangan, suhu yang semakin panas, musim yang tidak menentu, serta berbagai dampak lainnya. Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk mulai mengambil langkah nyata dalam mengurangi dampak perubahan iklim dan menjaga lingkungan secara berkelanjutan. (12/8/2026).

Proses penanaman bibit mangrove Program Adopsi Mangrove.
Salah satu bentuk gerakan masyarakat adalah dengan semakin menyadari pentingnya menjaga alam dan lingkungan agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga serta mampu mendukung keberlangsungan kehidupan. Namun, kesadaran tersebut perlu didukung dengan edukasi mengenai pentingnya menjaga alam dan lingkungan yang dapat disebarluaskan kepada berbagai pihak.
Adopsi Mangrove sebagai Aksi Mengurangi Dampak Perubahan Iklim
Oleh karena itu, KeMANGI sebagai sebuah lembaga inisiatif pengelolaan dan pemanfaatan mangrove yang mendukung edukasi lingkungan, rehabilitasi, Corporate Social Responsibility (CSR), dan keberlanjutan, mencoba untuk menginisiasi sebuah program sebagai bentuk edukasi dan kampanye mengenai pentingnya kelestarian alam, khususnya ekosistem pesisir sekaligus aksi nyata dalam melestarikannya.
Adopsi Mangrove Wadah Edukasi Sekaligus Aksi Nyata
Salah satu program yang dapat menjadi wadah edukasi sekaligus aksi nyata adalah Adopsi Mangrove. Program ini merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan rehabilitasi ekosistem mangrove melalui edukasi mengenai pentingnya ekosistem mangrove serta keterlibatan langsung dalam aksi di lapangan.
Melalui program ini, setiap pihak mendapatkan informasi mengenai pentingnya ekosistem mangrove dan dapat berpartisipasi dalam mendukung upaya rehabilitasi mangrove sesuai dengan peran dan kapasitasnya, tanpa perlu turun langsung di lapangan dikarenakan kendala tertentu, seperti situasi dan waktu.
Adopsi Mangrove dilaksanakan setiap periode waktu tertentu yang akan diimplementasikan oleh KeMANGI dan kelompok tani mangrove yang bersama-sama menjalankan program ini.
Pelaksanaan Adopsi Mangrove di SMC Jateng, Semarang

Tagging mangrove sebagai sarana pemantauan mangrove.
Program Adopsi Mangrove kali ini dilaksanakan di kawasan Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng), yang dilaksanakan oleh Tim KeMANGI, yaitu M. Ryan Setiawan (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan), Rena Sagita (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Anggoro D. B. Saputro (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) yang menyambut baik kegiatan ini.
Adopsi Mangrove kali ini menandakan bahwa banyak orang peduli terhadap lingkungan yang ada di Indonesia, bahkan dari masyarakat di luar negeri. Hal tersebut dilaksanakan oleh Shayla pengadopsi asal Bandung yang mengadopsi delapan bibit mangrove dan Rebecca Irasusta pengadopsi asal Filipina yang mengadopsi 12 bibit mangrove dengan keseluruhan bibit berjenis Rhizophora mucronata.
Adopsi Mangrove Juga Menjadi Wadah Rasa Syukur dan Hadiah
Selain menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan, program ini juga dapat menjadi sarana dan wujud rasa syukur serta menyampaikan kasih sayang kepada orang terkasih melalui hadiah atau ucapan tertentu. Dalam program Adopsi Mangrove, bentuk kasih sayang tersebut diwujudkan melalui penanaman bibit mangrove yang sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan.
“Salam Mangrover!, kami dari Tim KeMANGI telah berhasil melaksanakan Program Adopsi Mangrove dengan kegiatan penanaman bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata sejumlah 20 bibit mangrove dari pengadopsi asal Bandung atas nama Shayla dan Filipina atas nama Rebecca Irasusta. Kami ucapkan terima kasih atas partisipasi dalam rangka pelestarian lingkungan dan rehabilitasi ekosistem mangrove untuk mengurangi ancaman yang ada,” ujar Ryan. “Semoga bentuk kepedulian terhadap lingkungan ini menjadi satu langkah memberikan kebaikan untuk bumi kita. Selain itu, bibit yang ditanam tadi juga dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat di sekitarnya dan lingkungan,” tambahnya.
Setiap partisipasi dalam program Adopsi Mangrove berkontribusi pada keberlanjutan ekosistem pesisir, upaya mitigasi perubahan iklim, serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, baik dari aspek ekologis, ekonomi, maupun sosial.
Harapan KeMANGI Terhadap Program Adopsi Mangrove

Kondisi bibit mangrove hasil Program Adopsi Mangrove.
Melalui program Adopsi Mangrove, KeMANGI berupaya mendukung rehabilitasi pesisir dan mangrove di Indonesia sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian alam, memperkuat ekosistem pesisir, dan mengurangi dampak perubahan iklim.
Melalui Program Adopsi Mangrove juga, KeMANGI berharap semakin banyak masyarakat yang memahami keterkaitan antara ekosistem pesisir dan dampak perubahan iklim. Penanaman mangrove tidak hanya menjadi aksi simbolis, tetapi juga bagian dari upaya menjaga ketahanan pesisir, mendukung keanekaragaman hayati, dan memperkuat fungsi ekosistem dalam menyimpan karbon.
Dengan keterlibatan masyarakat dari Indonesia maupun luar negeri, gerakan ini diharapkan dapat terus berkembang menjadi bentuk kolaborasi lingkungan yang nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi pesisir serta generasi mendatang.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00–11.00 WIB ini berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan. (ADM/ARH/MRS/AP).
