Pemantauan Mangrove Semarang: Bisa Tebus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Hasil Pemantauan Adopsi Mangrove KeMANGI Mei 2026: Persentase Kelulushidupan Bibit Mangrove Hasil Adopsi Mangrove di SMC Jateng, Semarang Capai 100%

Semarang – KeMANGI. Dalam rangka memastikan bibit mangrove hasil Program Adopsi Mangrove dapat tumbuh dengan baik dan maksimal, Tim KeMANGI kembali melaksanakan kegiatan lanjutan setelah tiga bulan penanaman, yaitu pemantauan. Pemantauan kali ini merupakan pemantauan yang dilakukan untuk memantau bibit mangrove yang telah ditanam di bulan Februari 2026. (13/5/2026).

pemantauan-mangrove-semarang-bisa-tebus-jejak-emisi-karbon-di-bumi-hasil-pemantauan-adopsi-mangrove-kemangi-mei-2026-1

Kondisi bibit hasil pemantauan pada tiga bulan setelah penanaman.

Adopsi Mangrove merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari KeMANGI yang bertujuan membantu individu, lembaga, maupun masyarakat yang ingin berkontribusi dalam upaya rehabilitasi mangrove melalui kegiatan penanaman dan pemantauan, tetapi terkendala oleh keterbatasan waktu, situasi, maupun kondisi.

Program ini berfokus pada rehabilitasi ekosistem mangrove di wilayah pesisir dengan mengajak berbagai pihak untuk berpartisipasi dalam kegiatan penanaman dan pemantauan bibit mangrove. Melalui Adopsi Mangrove, masyarakat dapat berkontribusi secara nyata dalam upaya pelestarian dan pemulihan ekosistem mangrove, sehingga keberlanjutan lingkungan pesisir dapat terus terjaga.

Selain itu, program ini sering kali menjadi suatu kegiatan yang unik dan spesial. Program ini dapat dijadikan sebagai bentuk rasa syukur, pemberian hadiah, dan kasih sayang antar sesama, yaitu digunakan sebagai hadiah ulang tahun, anniversary, perayaan pencapaian pribadi maupun bersama, bahkan hadiah kepada sang idola.

Pemantauan kali ini dilakukan oleh Bambang J. Laksono (Staf Koordinator Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Fitriya A. Setyani (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan). Keduanya memantau bibit mangrove hasil Adopsi Mangrove pada bulan Mei 2025 dari enam pengadopsi dengan total 25 bibit berjenis Rhizophora mucronata.

Pengadopsi dan jumlah bibitnya, di antaranya Adrian Sandy Kurniawan & Rosamaria Putri Alifia yang mengadopsi empat bibit, Fabrice Kaptijn sebanyak empat bibit, Delano Hilhorst sebanyak empat bibit, Sander Jansen sebanyak empat bibit, Julian Wiekamp sebanyak empat bibit, dan Putri Nur Utami yang mengadopsi lima bibit.

pemantauan-mangrove-semarang-bisa-tebus-jejak-emisi-karbon-di-bumi-hasil-pemantauan-adopsi-mangrove-kemangi-mei-2026-2

Pengukuran tinggi bibit sebagai salah satu rangkaian monev.

Kegiatan pemantauan Program Adopsi Mangrove terdiri atas kegiatan utama berupa monitoring dan evaluasi (monev), yaitu kegiatan pengambilan data jumlah bibit tumbuh dan gagal tumbuh, rata-rata tinggi bibit pada saat penanaman dan pemantauan, persentase kelulushidupan, dan persentase pertumbuhan.

Selain itu, berdasarkan kondisi pertumbuhan di lapangan, akan dilakukan juga evaluasi terhadap kondisi lingkungan serta pengaruhnya terhadap hasil pemantauan yang telah diperoleh.

Monev dilakukan sebagai upaya memastikan keberhasilan penanaman serta terjaganya kualitas pertumbuhan mangrove di lokasi kegiatan.

Dari hasil pemantauan, dari 25 bibit yang dipantau dari pengadopsi, bibit-bibit tersebut menunjukkan hasil yang maksimal, persentase kelulushidupan berada di angka 100% yang berarti keseluruhan bibit dapat tumbuh dengan baik.

“Pada hari ini Tim KeMANGI melaksanakan kegiatan lanjutan dari Program Adopsi Mangrove, yaitu pemantauan bibit mangrove setelah tiga bulan penanaman. Bibit mangrove yang dipantau merupakan bibit yang telah ditanam di bulan Februari 2026. Kegiatan pemantauan dilakukan untuk memastikan bibit mangrove dapat tumbuh dengan baik,” kata Bambang. “KeMANGI berharap Program Adopsi Mangrove dapat menjadi salah satu bentuk upaya pelestarian lingkungan sekaligus media kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ekosistem mangrove bagi lingkungan dan kehidupan manusia,” tambahnya.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00–11.00 WIB ini berjalan baik dan lancar yang diakhiri dengan sesi pendokumentasian hasil pemantauan untuk keperluan pelaporan dan evaluasi lebih lanjut. (ADM/ARH/BJL/AP).